
“Saya beli herbal yang cocok untuk mengatasi keluhan maag saya, dan saya ecer sebagian dengan target poin tadi. Syukur alhamdulillah bisa jalan terus saat itu,” tukasnya lagi.
Kunci sukses menjalankan bisnis HNI versi ‘emak-emak jagoan kampung’ dan bisa juga ditiru emak-emak lainnya di ataranya melakukan PCA satu hari tiga kali, niatkan ingin menolong sesama, lakukan kerja nyata, catat dengan jelas mimpi yang ingin diraih, jangan banyak mengeluh, lalukan saja tanpa memikirkan hasil dan upgrade motivasi terus.
“Simpel tips lainnya, hanya gunakan produk HNI sesuai keperluan saja, tapi tidak egois, cobalah ceritakan manfaat produk itu kepada orang lain. Benefitnya kalau dipakai sendiri dapat bonus, diceritakan ke orang lain dapat bonus, kemudian ikuti kata mentor sesuai plan. Benar-benar simpel bisnis HNI itu dimulai dari orang terdekat saja dahulu,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi yang hadir sebagai guest speaker dalam acara Grand Home Sharing juga sangat mengapresiasi para pengusaha sukses HNI dan bisa menjadi role model bisnis yang mampu bertahan di masa pandemi seperti sekarang ini.
“Kenapa kita harus mengikuti bisnis HNI, pertama pendirinya orang muslim, memiliki rujukan produk halal di tingkat internasional, dari sisi keamanan produknya dipastikan halal tidak diragukan lagi. Jadi semangat bisnis di HNI adalah semangat konsumsi produk halal berkualitas,” papar Kang RinSo, sapaannya, yang hadir mengikuti Zoom Meeting di sela-sela perjalanan dinasnya sebagai wakil rakyat.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini juga sangat optimis, bisnis HNI sangat cocok bagi para pelaku UMKM di desa-desa. “Bahkan saya sangat mendukung HNI untuk membantu memasarkan produk-produk UMKM di marketplace HNI. Dengan begitu produk desa atau UMKM bisa memanfaatkan digital marketing,” tandasnya.(rik)







