Demi Dapatkan Sinyal Internet, Siswa SD di Cibugel Ini Belajar Online Diatap Bangunan

oleh

Radarsumedang.id, CIBUGEL – Hampir setiap hari, anak-anak usia sekolah dasar di Dusun Cibubut RT 02 RW 05, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugeul, naik ke atap bangunan bekas MCK.

Hal tersebut dilakukan anak-anak demi mendapatkan sinyal internet. Meski bahaya mengancam keselamatan mereka.

Jaringan internet dan telepon menjadi menjadi di beberapa titik di daerah Cibugel, salah satunya Cibubut. Kondisi tersebut membuat anak-anak sekolah nekat naik atap sebuah bangunan MCK, hanya demi mengikuti pembelajaran sistem daring, yang diberlakukan dimasa pandemi Covid-19.

Salah seorang anak yang masih duduk dibangku Kelas III SD, Raisya Kinanti, menuturkan, demi mendapatkan sinyal internet, dia dan teman-temannya rela berpanas panasan di atap bangunan MCK yang ada di dusun mereka.

“Karena di bawah enggak ada sinyal, jadi harus naik ke sini,” kata Raisya, Sabtu (9/10).

Hal senada disampaikan Widi, siswi kelas XII. Menurut Widi, sinyal internet memang sejak dari dulu tidak ada di dusunnya. Dan untuk menunjang kegiatan belajar daring, dirinya harus mencari sinyal di tempat lain. Terdekat, adalah objek wisata Balong Geulis, yang berjarak sekitar 1 kilometer.

“Dari dulu juga sudah enggak ada sinyal. Adanya paling di Balong Geulis. Harapannya pengen bagus sinyalnya kayak orang-orang,” ucap Widi.

Kepala Dusun Cibubut, Jaja Miharja mengatakan, bukan hanya anak-anak, para orang tua juga tak jarang menaiki atap bangunan MCK untuk mencari sinyal internet.

“Sinyal tidak stabil, apa lagi sinyal internet. Jadi sangat susah sekali sinyal di sini. Makanya, anak-anak pada naik atap MCK ini,” kata Jaja.

Jaja berharap kedepannya segera ada solusi yang dapat mengatasi permasalahan di Dusun Cibubut. Terlebih, penggunaan HP menjadi tumpuan utama masyarakat di era digitalisasi saat ini, apalagi bagi mereka para pelajar yang mengikuti pembelajaran daring.

“Kalau sore warga simpan HP di jendela rumahnya, berjajar, itu biasanya suka masuk sinyal. Tapi begitu geser sedikit saja sudah hilang lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya jaringan internet dan ponsel saat ini dirasa sangat penting agar cepat mendapatkan informasi. Ia menggambarkan, sering terlambat mendapat informasi karena sulitnya sinyal di dusun tersebut.
“Sering, pas lagi ke bawah tiba-tiba banyak pesan masuk, atau telepon tidak terjawab,” ungkapnya.

Jaja menuturkan, sebetulnya sudah ada beberapa kali yang datang melakukan survei lokasi, dan menjanjikan bakal memasang jaringan internet. Namun hingga kini belum terealisasi.

“Kalau yang datang sih sudah ada berapa kali, dari provider juga ada, tapi sampai saat ini belum terealisasi,” katanya. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.