Radarsumedang.id, Wado – Sektor peternakan dan perikanan sangat penting dalam mengatasi masalah stunting, yang saat ini masih tinggi di Sumedang. Terlebih, Sumedang menargetkan zero stunting pada tahun 2023.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman, saat penyerahan bantuan di Bidang Peternakan dan Perikanan, di Desa Mulyajaya Kecamatan Wado, Selasa (12/10).
“Tentu hal ini tidak mudah tercapai, terutama ditengah pandemi Covid-19. Maka disitulah peternakan dan perikanan dapat mengambil peran yang penting sebab produk perikanan dan peternakan merupakan sumber gizi yang tinggi,” ujarnya.
Terbukti, kata Nandang, meski di masa pandemi, sektor peternakan dan perikanan mengalami pertumbuhan yang positif, dimana sektor lainnya mengalami pertumbuhan yang negatif.
“Sektor peternakan dan perikanan di Sumedang punya potensi yang sangat besar. Sehingga diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan daerah, penyerapan tenaga kerja, dan pendapatan masyarakat. Sekaligus mengurangi kemiskinan dan angka stunting di Kabupaten Sumedang,” ucapnya.
Adapun, bantuan yang diberikan dari Bidang Peternakan yakni, bantuan yang diberikan yakni, sapi potong 67 ekor untuk 97 kelompok, sapi perah 11 ekor untuk 12 kelompok, domba 430 ekor untuk 26 kelompok, kambing 83 untuk 3 kelompok.
Kemudian ayam petelur 700 ekor untuk 3 kelompok, itik petelur 990 ekor untuk 2 kelompok, serta kelinci 7 ekor untuk 1 kelompok.
“Di Bidang Peternakan ini kami melibatkan 501 KK, dari jumlah itu sebanyak 150 KK diantaranya termasuk kategori keluarga miskin,” ujarnya.
Kemudian, untuk Bidang Perikanan, bantuan berupa induk ikan lele, pakan dan peralatan budidaya untuk 6 kelompok dengan jumlah 60 orang. Induk ikan nila, pakan, dan peralatan budidaya bagi 5 kelompok berjumlah 50 orang.
Lalu, benih ikan lele dan lainnya untuk 13 kelompok dengan jumlah 130 orang. Benih ikan nila, pakan dan lainnya untuk 4 kelompok jumlah 40 orang. Ikan hias dan peralatan budidaya untuk 5 kelompok berjumlah 50 orang.
Lalu, peralatan dan penangkapan jaring dan lainnya untuk 4 kelompok dengan jumlah 40 orang, serta peralatan presto untuk 3 kelompok 30 orang.
Di Bidang Perikanan ini, kata Nandang, jumlah penerima sebanyak 42 kelompok, atau 420 orang. Dari jumlah itu 129 KK diantaranya masuk kategori keluarga miskin.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menyebutkan, pemberian bantuan ternak ini dalam rangka pemulihan ekonomi daerah, khususnya para peternak di Sumedang.
“Bagaiman para peternak ini bisa terus berlangsung usahanya dengan bantuan ternak, peralatan, sekaligus pakannya. Sehingga bisa menghasilkan pendapatannya, mencukupi kebutuhan keluarganya dan menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Bantuan ini, kata Dony, diharapkan bisa dimanfaatkan para penerima manfaat. Sehingga betul-betul bisa memulihkan ekonomi masyarakat di masa pandemi.
“Ini langkah konkrit pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi daerah, dengan memberi bantuan ternak sekaligus pakannya, sehingga betul-betul bisa mengatasi masalah ekonomi di peternak,” ucapnya. (gun)





