Radarsumedang.id – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) Kabupaten Sumedang berharap warga masyarakat Kabupaten Sumedang, khususnya yang berada di sekitar destinasi wisata mempunyai kesadaran atau rasa memiliki terhadap tempat wisata.
Pasalnya menurut Kepala Disparbupora Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa, kemajuan suatu daerah akan keberadaan tempat wisata ditentukan oleh aktifnya peran masyarakat beserta steakholder setempat (Pemerintah Desa).
Julukan sebagai Kabupaten Pariwisata pun dirasa percuma jika tidak ada peran aktif di kalangan kelompok masyarakat. Oleh sebab itu diakuinya Disparbupora tidak bisa berdiri sendiri.
Termasuk dalam hal ini, dirinya juga meminta peran aktif pihak awak media untuk berkolaborasi mendorong berbagai potensi wisata yang ada di Kabupaten Sumedang.
“Kita akui banyak kendala di lapangan yang kami temui untuk mengembangkan pariwisata. Seringkali pelaku wisata sudah serius ingin mengembangkan, namun tidak didukung oleh Pemerintah Desa, BPD, maupun Kompepar. Kadang Kompepar-nya sudah mendukung, Kepala acuh, atau misalkan kepala desanya mendukung, BPD-nya tidak,” kata Hari kepada sejumlah awak media di Kantor Disparbupora Kabupaten Sumedang, Kamis (28/10).
Disinggung mengenai beberapa desa wisata di Sumedang, Hari menyebutkan hal itu pun masih menjadi kendala bagi Disparbupora. Terlebih dibutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi dan konsistensi dari pihak pengelola, steakholder maupun masyarakat setempat.
“Desa wisata sangat bergantung pada kesiapan masyarakat. Jangan sampai ada tempatnya, tapi masyarakatnya acuh sehingga dibentuk kemudian terbengkalai. Karena kita ingin sebuah desa wisata itu berkembang, mandiri, ada kompepar, BUMDes kemudian kita kasih support,” sebut Hari. (jim)





