Harga Minyak Goreng Curah Melambung, Pelaku Usaha Menjerit

oleh

Radarsumedang.id – Pelaku usaha Tahu Sumedang mengeluhkan harga minyak goreng yang merangkak naik. Kondisi ini membuat omset mereka semakin turun.

Salah seorang pelaku usaha Tahu Sumedang di jalur kawasan wisata Citengah Kecamatan Sumedang Selatan, Dimar mengatakan, kenaikan harga minyak goreng sudah dirasakan sejak 2 minggu terakhir.

“Kenaikan harga minyak goreng sangat terasa dampaknya ke semua pedagang, untuk omset sangat tipis,” katanya, Kamis (28/10).

Naiknya harga minyak goreng, lanjut Dimar, membuat pelaku usaha Tahu Sumedang kian terpuruk. Sebab, sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, kondisi masih belum normal.

“Apalagi kemarin harga kedelai naik signifikan sekali, sekarang minyak goreng malah naik juga. Terus terang kami pelaku usaha belum bisa bangkit sejak PPKM,” tuturnya.

Dimar menggambarkan, saat ini harga minyak goreng mencapai Rp 18.000 per liter. Padahal harga normalnya dikisaran Rp 14.000 per liter. Dalam sehari bisa menghabiskan sampai 30 liter minyak untuk menggoreng tahu.

“Sejak PPKM sampai sekarang masih sepi pembeli. Sekarang juga ramainya Sabtu Minggu saja. Penjualan juga sekarang dikurangi karena pembelinya sepi,” ungkapnya.

Mensiasati agar tidak mengalami kerugian, dirinya memperkecil ukuran tahu.

“Harga tetap Rp 600 (per biji). Kalau naik takutnya kehilangan pelanggan,” katanya.

Dirinya mengaku tidak tahu pasti penyebab harga minyak terus melambung. Namun sepengetahuannya, harga minyak naik jika dolar juga naik.
Atas kondisi ini, dirinya berharap pemerintah mengambil langkah agar kondisi tidak semakin buruk dan merugikan pelaku usaha.

“Harapan pedagang semoga kembali normal, dan untuk pemerintah harap diperhatikan,” ucapnya. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.