Poktan Sada Geulis Desa Banjarsari Jadi Sentra Gula Semut Aren

oleh
oleh
Gula Semut Aren Sumedang
Salah Satu Produk Gula Semt Aren Sumedang yang sudah dipasarkan di Marketplace

RADARSUMEDANG.id, JATINUNGGAL- Kelompok Tani (Poktan) Dusun Ciwalur Desa Banjarsari Kecamatan Jatinunggal bakal dijadikan sentra pengembangan Gula Semut Aren di Kabupaten Sumedang.

Hal itu dikemukakan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, saat meninjau Unit Pengolahan Hasil (UPH) Gula Aren milik Kelompok Tani (Poktan) Sadageulis di Dusun Ciwalur Desa Banjarsari Jatinunggal, belum lama ini.

“Insya Allah Desa Banjarsari ini akan menjadi sentra pengembangan Gula Aren. Siapa saja yang ingin belanja Gula Aren bisa datang ke Desa Banjarsari,” ujarnya.

Bupati Dony mengatakan, dari dulu Desa Banjarsari terkenal dengan potensi gula aren. Karena itu, seiring dengan tingginya produksi gula aren di Banjarsari, Pemda Sumedang akan mengembangkan olahan gula aren ini menjadi gula semut.

Untuk memuluskan rencana tersebut, kata Bupati, Pemda Sumedang telah memberikan bantuan berupa 1 Unit Pengolahan Hasil Gula Aren kepada Poktan Sada Geulis.

“Sekarang gula arennya bisa diolah ditempat ini. Ada pengolahannya, ada oven termasuk sealer untuk packing. Insya Allah, Gula aren ini pasarnya sudah sangat banyak mulai dari supermarket dan hotel hotel,” ungkapnya.

Ditekankan Bupati, tempat dan alat yang diberikan tersebut harus difungsikan dengan baik. Tak hanya itu, packing dan branding juga harus bagus agar bisa memberi nilai tambah bagi para pengrajin sehingga mereka akan semakin sejahtera.

“Bahan baku disini tidak susah. Hanya tinggal akses pasarnya nanti akan dibantu. Kekurangannya nanti koordinasikan saja dengan Diskoperindag. Saya ingin hal ini terus berjalan termasuk untuk showroomnya, 31 Januari nanti harus beres,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Kelompok Tani dan Kelompok Pengrajin Gula Sada Geulis, Ateng Koswara merasa sangat bersyukur dan berterimakasih atas perhatian yang diberikan Pemda Sumedang dalam memfasilitasi sarana prasarana Poktan Sada Geulis.

Ateng mengatakan, saat ini produksi gula aren per harinya sekitar satu kuintal.  Tetapi jika diolah menjadi gula semut aren, maka akan dapat meningkatkan taraf hidup dan penghasilan para petani di Bamjarsari.

“Pasar sudah menunggu, gedung sudah memadai tinggal beberapa alat yang masih kurang. Insya Allah kalau sudah lengkap semua, dalam waktu tidak terlalu lama bisa tuntas dan dapat beroperasi sehingga sasaran peningkatan pendapatan masyarakat disini bisa ditingkatkan,” pungkasnya.(cwp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.