RADARSUMEDANG.ID – Tren pemasaran online pada UMKM disikapi positif oleh salah satu Market Place baru buatan Sumedang yaitu ‘inginapa’.
Market Place yang serupa dengan berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan Blibli ini telah berjalan memenuhi permintaan konsumen secara lokal di Sumedang.
Melalui layanan aplikasi yang bisa diunggah secara gratis di Google play store, konsumen bisa mengakses berbagai produk makanan seperti makanan olahan, sembako, bahan makanan, buah-buahan, hingga kerajinan tangan asli Sumedang.
Menurut Komisaris Utama PT inginapa Indonesia, Hersa Santosa, market place yang dibuat telah berjalan sejak akhir tahun 2021. Tercatat sudah banyak pelaku usaha mikro yang memasarkan produknya melalui inginapa.
“Kita ini berangkat dari masalah, yang mana 95 persen UMKM khususnya di Sumedang sulit memasarkan produknya secara global. Produknya juga original sehingga bagi yang belum bergabung kami sarankan untuk masuk,” kata Hersa kepada Radar Sumedang di lantai atas Pasar Sandang Sumedang, Rabu (2/2/2022).
Adapun kata Hersa, bagi konsumen yang menginginkan kebutuhannya secara instan bisa dilakukan metode COD (cash on demand). Yang mana kurir inginapa akan mengantarkan pesanan pada hari itu juga.
“Sistem COD alhamdulilah sudah berjalan, nanti untuk ongkos kirimnya akan dikalkulasikan tergantung jarak tempuh dari alamat konsumen. Jadi sebetulnya baik dari sisi pemesanan, pembayaran dan penerimaan barang sama saja seperti market place pada umumnya,” ujarnya.
Sementara Wakil Gubenur Jawa Barat, Uu Ruzanhul Ulum mengatakan, Pemprov Jabar tetap konsisten mendorong pemasaran UMKM digital. Mengingat selaras dengan visi misi Jabar Juara Lahir Batin.
“UMKM menjadi kelompok ekonomi yang menjadi perhatian Pemprov Jabar untuk kemudian dilakukan digitalisasi, inovasi dan kolaborasi. Sehingga inovasi market place digital di Sumedang ini menjadi satu solusi menuju UMKM Jabar Juara,” katanya. (jim)





