RADARSUMEDANG.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang berupaya meningkatkan wawasan penyuluh melalui workshop Program IPDMIP yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada Tanggal 24 dan 25 Februari 2022 bertempat di Aula II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang (Samoja).
Program IPDMIP adalah Program Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan swasembada pangan di daerah irigasi, hal ini sangat strategis karena air merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam melakukan usaha tani.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai program IPDMIP yaitu peningkatan pengetahuan penyuluh dalam peningkatan produktivitas pertanian khususnya padi sawah, menjaring aspirasi para penyuluh dan staf lapangan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dan mencari solusinya agar kendala yang dihapadi dapat dihindari diwaktu yang akan datang.
Workshop dihadiri oleh perwakilan 12 UPTD/BPP dari 12 Daerah Irigasi Kesepakatan Kabupaten Sumedang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Koordinator Kabupaten IPDMIP dengan Narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BAPPPPEDA, Tenaga Ahli Konsultan Regional 3 Jawa Barat serta Pengalaman Lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan , Ir. Rudi Suprayogi mendukung langkah Program IPDMIP khususnya kegiatan workshop untuk membuka wawasan petani tentang pemanfaatan benih varietas unggul baru, Sistem Tanam Jajar Legowo, Pemupukan Berimbang, Irigasi Intermitten, Pengendalian Hama dan Penyakit, Mekanisasi Budidaya, Panen , Pasca Panen, Akses Perbankan dan akses pasar.
“Kita sebagai masyarakat agraris harus tetap bertani dan penyuluh harus mendampingi petani, mengawal, memotivasi dalam melakukan proses usahatani terutama dalam proses adopsi teknologi untuk meningkatkan produksi. Tugas kita sangat mulia dalam memberdayakan petani maka harus dilaksanakan dengan ikhlas ,untuk membantu petani agar menjadi amal baik, jangan memaknai profesi petani sebagai profesi yang rendah tapi profesi yang sangat mulia,” sebutnya.
Program IPDMIP Tahun 2021 di 12 lokasi Daerah Irigasi (DI). Telah melaksanakan pemberdayaan petani melalui Sekolah Lapangan Petani khususnya padi sawah pada 12 Kelompok Tani dengan 300 Rumah Tangga Petani (RTP). Hasil pengubinan pada lahan Laboratorium Lapang (LL) diperoleh kenaikan produksi dari tahun sebelumnya rata-rata sebesar 7,4 ton/ha menjadi rata-rata sebesar 8,3 ton/ha GKP.
Berdasarkan hasil diskusi kelompok dalam mengevaluasi Program IPDMIP Khususnya kegiatan Sekolah Lapangan Petani teridentifikasi beberapa kelebihan dan kekurangan Program IPDMIP diantaranya para peserta sekolah lapangan dan petani di daerah irigasi sudah mendapatkan pengetahuan tentang seleksi benih dan dalam penggunaan bibit unggul, mengetahui perbedaan tentang sistem tanam Jajar Legowo dan sistem tanam Tegel, mendapatkan rekomendasi dalam penggunaan pupuk untuk lahan usahataninya hasil pengujian sample tanah dengan menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah ( PUTS ).
Kemudian juga para peserta sekolah lapangan dan petani di daerah irigasi sudah mendapatkan pengetahuan tentang irigasi intermitten sehingga kebutuhan air disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman padi, dalam hal penanggulangan hama dan penyakit, para petani di daerah irigasi mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan pestisida nabati sehingga para petani tidak tergantung pada pestisida kimia.
Selain itu juga, program IPDMIP telah memberikan bantuan Sarana IT kepada BPP untuk mendukung program kostratani, dalam hal penggunaan mekanisasi budidaya secara umum masih terbatas pada pengolahan lahan dan proses adopsi teknologi oleh petani membtuhkan waktu yang cukup dan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan.
Petani di daerah irigasi IPDMIP berupaya meningkatkan pendapatan petani, selain dari usahatani padi sawah juga dari komoditas yang bernilai ekonomi tinggi seperti di Daerah Irigasi Cianjur, Cikawao, Cipasir, Cibeureum Kulon.
Tanaman bernilai ekonomis tinggi seperti tanaman hortikultura (sayuran) dengan pemasaran hasil panen ke Jakarta, Bandung, Super Market dan Pasar Tradisional disekitar Bandung dan Sumedang
“Melalui Program IPDMIP petani dapat mengembangkan diri bukan saja pada usaha tani saja, tapi juga harus memahami tentang pengelolaan keuangan rumah tangga petani dan pemasaran, agar ada nilai tambah yang didapatkan oleh petani. peserta berharap agar Program IPDMIP di Kabupaten Sumedang semakin maju dan dan berkolaborasi agar kegiatan agribisnis di daerah irigasi semakin maju, mandiri dan modern. Semoga Ikhtiar ini mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT,” pungkasnya.(isl)





