Dewan Jabar Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Cabai Mahal secara Menyeluruh

oleh
Kang RinSo menanami lahan kosong di sekitar kediamannya dengan tanaman cabai. Akhir-akhir ini harga kebutuhan pokok masyarakat cenderung terus naik

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR–Akhir-akhir ini harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan signifikan. Salah satunya yang paling mencolong adalah naiknya harga komoditas cabai yang mengalami kenaikan mencapai 241,47% dibanding bulan lalu.

Di pasaran saat ini harga cabai rawit merah tembus di harga Rp 85.000 per Kg. Begitu juga dengan harga cabai merah besar naik sekitar 82 persen hingga 116 %.

“Sebetulnya fenomena seperti ini terjadi setiap tahun, seharusnya pemerintah harus bisa mengantisipasinya. Masalahnya ada dimana harus di cari, jangan hanya mencari penyebabnya saja tanpa mencari solusi jangka panjangnya untuk mengatasi masalah kenaikan komoditas pokok masyarakat ini,” tandas Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi.

Pasalnya dengan kenaikan harga pokok masyarakat ini dampaknya benar-benar dirasakan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan tak menentu atau pekerja serabutan. “Belum selesai dampak ekonomi dari pandemi sekarang nyaris seluruh harga kebutuhan pokok masyarakat naik semua. Sayang masyarakat yang terpukul di tengah situasi ekonomi tak menentu seperti ini,” ungkap Kang RinSo, sapaannya baru-baru ini.

Untuk itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini meminta Pemerintah dalam hal ini Kementan RI untuk memperbaiki masalah produksi yang tidak stabil. “Kami mendapat laporan bahwa produksi cabai tahun lalu terjadi penurunan. Padahal ini tanggungjawab Kementan untuk menjaga kesetabilan produksi cabai agar bisa memenuhui permintaan pasar,” tandasnya lagi.

Selain perlu menjaga kestabilan produksi cabai, Kementan juga perlu mengoptimalkan penanganan pasca panen. “Sebab pada saat ini kehilangan hasil dari produksi cabai masih sangat tinggi hingga harganya sering melonjak. Dengan menerapkan penanganan pasca panen diharapkan bisa tersedianya bahan cabai dalam jangka waktu lama, misalnya dengan menerapkan resi gudang atau cold storage dan lainnya yang lebih tahan lama,” sarannya.

Agar produksi cabai meningkat, Kang RinSo juga mendorong Pemerintah untuk memberikan insentif kepada para petani cabai agar mereka mau terus menanam cabai di lahannya.

“Pemerintah juga harus proaktif membantu petani mengatasi serangan penyakit pada tanaman cabai serta meningkatkan luas tanam dan mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman,” sarannya lagi.(*/rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.