RADARSUMEDANG.ID – Dua orang penumpang angkutan kota (angkot) 05 jurusan Tanjungsari-Cicalengka mengalami luka berat. Kejadian yang dialami penumpang itu setelah nekad meloncat dari angkot bernomor polisi D-1924-VQ saat tengah melaju di depan SMAN 1 Tanjungsari, Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada Kamis (22/09).
Keduanya meloncat bukan tanpa alasan. Mereka hendak menyelamatkan diri setelah adanya seorang perempuan yang menodongkan pisau ke arah penumpang lainnya. Menurut informasi yang diperoleh RADARSUMEDANG.ID, bahwa korban semuanya warga Cirengganis RT 01/RW 02 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Korban bernama Rika (26) yang sedang hamil 6 bulan diagnosa mengalami pendarahan di telinga dan muntah-muntah. Sedangkan Lisna Wati (30) mengalami penurunan kesadaran luka di kepala, pendarahan di wajah.
Sementara korban lainnya Raka (2) mengalami luka lecet di kepala dan Idar (50) yang sempat di todong tidak loncat hanya mengalami shok. Kasus penodongan senjata tersebut, diduga dilakukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sebelum kasus ini terjadi, ODGJ tersebut sempat mengamuk di sekitar Jatinangor.
Supir angkot 05 Zaenal Mubarok (30) menjelaskan, bermula saat seorang perempuan berbaju kaos hitam yang merupakan penumpang angkotnya naik dari sekitar Pasar Tanjungsari. Namun setibanya di lokasi kejadian hendak menusukkan pisau ke arahnya.
“Pada saat itu, laju angkot dari arah Tanjungsari menuju Simoang sangat pelan. Tiba-tiba saja perempuan itu mengeluarkan pisau dari kantong kresek yang di bawanya. Sontak membuat penumpang lainnya panik,” ucapnya di Mapolsek Tanjungsari.
Karena melihat mengeluarkan pisau, dua orang penumpang yang satu membawa anak loncat ketika angkot masih melaju. “Karena takut kenapa-napa saya menepikan angkot. Namun saat itu pula perempuan itu mencoba menyerang saya menggunakan pisau dari arah belakang. Tangan perempuan itu saya tangkap. Pisaunya berhasil dijatuhkan, kemudian warga langsung berdatangan menangkapnya,” jelasnya.
Adanya peristiwa itu, Zaenal harus menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanjungsari. Semantara angkotnya ditahan sebagai barang bukti kejadian.
Kasi Trantibum Kecamatan Jatinangor Endang Sukayat mengatakan, bahwa perempuan yang mengamuk diketahui bernama Rini (40) asal Banten. “Perempuan yang diduga ODGJ mengamuk dengan membawa senjata tajam sempat diamankan di Polsek Tanjungsari. Selanjutnya dibawa ke klinik H. Ecek di Rancakalong agar mendapat perawatan,” katanya. (tha)







