RADARSUMEDANG.ID – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku heran dengan salah satu ruas jalan di Jatinangor yang rusak hingga menimbulkan genangan air. Padahal sepengetahuannya, ruas jalan Kiara Beres – Cipacing dan Kolonel Ahmad Syam itu merupakan jalur hidup.
Mengingat banyak kendaraan dari luar Sumedang yang keluar masuk atau sebagai salah satu titik etalase menuju Sumedang. “Kemarin saya lihat banyak air yang menggenang dan jalan rusak, ini perlu kebersamaan antara desa, camat, PUTR dan masyarakat. Kenapa air menggenang, apa yang menghalangi di sana, termasuk masyarakat harus ada rasa memiliki. Jangan sampai nanti terjadi banjir, harus sama-sama diarahkan,” tegas Bupati Dony saat meninjau ruas jalan yang dimaksud bersama Sekretaris Dinas PUTR, R Sony Nugahara, Selasa (8/11) kemarin.
“Bahkan saya lihat pengguna jalan disini kebanyakan merupakan pendatang, khususnya mahasiswa yang kuliah di sekitar Jatinangor. Keberadaan ruas jalan ini menjadi etalase bagi Sumedang. Harusnya akses jalan ini menjadi salah satu yang representatif,” tambahnya.
Karenanya, ia meminta kepada Dinas PUTR agar segera membenahi ruas jalan tersebut terutama drainasenya yang tertutup serta meminta warga tidak menghalangi drainase atau saluran air ketika mendirikan bangunan.
“Targetnya Jalan Kolonel Ahmad Syam beres. Tidak ada lagi air yang menggenang. Masyarakat harus ikut bersama-sama memeliharanya, jalan-jalan yang rusak akan segera kita perbaiki,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Sayang Dodi menyambut baik atas rencana perbaikan jalan di wilayahnya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. “Kedatangan Bupati merupakan suatu tenaga dan kekuatan. Alhamdulilah, mudah-mudahan perbaikan jalan ruas Kiara Beres ini segera terealisasi,” ucapnya.
Ia menerangkan, ruas jalan tersebut merupakan akses yang sangat vital bagi warga di dua desa, yakni Desa Sayang dan Desa Cipacing. “Yang paling parah panjangnya kurang lebih 175 meter. Rencananya drainase akan diperbaiki juga,” jelas Dodi. (jim)





