RADARSUMEDANG.id, KOTA SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mencatat pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 4,05 persen menjadi 5,48 persen. Peningkatan tersebut seiring menguatnya realisasi investasi di berbagai sektor di Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, peningkatan indikator ekonomi tersebut merupakan hasil berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki iklim investasi dan kualitas layanan publik.
“Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari upaya kita memperbaiki layanan perizinan, memperkuat tata kelola, dan bisa dilihat pertumbuhan ekonomi Sumedang naik dari 4,05 persen menjadi 5,48 persen,” ujarnya dalam sebuah forum, belum lama ini.
Menurut Dony, capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat perekonomian daerah.
“Ini merupakan kerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga dampaknya terlihat pada pertumbuhan ekonomi yang tercatat secara resmi oleh BPS,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemkab Sumedang telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk mendorong investasi. Di antaranya melalui penyederhanaan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), pelayanan terpadu satu pintu, serta digitalisasi sistem pelayanan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui berbagai program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
“Selain kemudahan perizinan, kita juga menyiapkan tenaga kerja terlatih melalui balai latihan kerja agar kebutuhan industri bisa langsung terserap di daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dony mengungkapkan realisasi investasi di Kabupaten Sumedang turut mengalami peningkatan signifikan, dari Rp3,6 triliun menjadi sekitar Rp5,7 triliun. Peningkatan itu didorong masuknya berbagai proyek di sektor industri, perdagangan, dan jasa di sejumlah kecamatan.
Seiring meningkatnya investasi, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sumedang juga mengalami penurunan hingga berada di kisaran 6 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan bertambahnya penyerapan tenaga kerja pada sektor manufaktur, perdagangan, dan jasa.
Dony menambahkan, sektor industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur perekonomian Kabupaten Sumedang dengan kontribusi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kami akan terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (gun)





