RADARSUMEDANG.ID – Atap bangunan mushola yang berada di Dusun Sudimampir, RT 01/RW 03, Desa Cipanas, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang ambruk pada Kamis (10/11). Ambruknya atap mushola terjadi setelah wilayah Sumedang diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Torikotul Jannah, Agus Suwandi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saking kerasnya gemuruh hujan, suara atap mushola yang ambruk-pun tak terdengar.
“Ambruknya itu di bagian pondasi atas yang penahannya, karena mungkin angin kencang, kemudian ditambah hujan juga sehingga tidak bisa menahan retakan yang itu,” kata Agus.
Agus menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, karena sebelum kejadian sejak tiga hari kebelakang, ia sudah menutup sementara waktu aktivitas di mushola, karena bermaksud akan diperbaiki.
“Pertamanya-kan mushola ini ada retakan yang dilihat oleh jamaah ketika mau sholat. Terus kami tiga hari yang lalu semenjak ada retakan parah sudah menutup mushola ini,” tuturnya.
Sementara untuk aktivitas belajar mengajar anak-anak mengaji di mushola ini dipindahkan dulu ke rumah warga, sembari menunggu renovasi dilakukan. “Untuk ibadah dan pengajian anak-anak sementara dipindahkan dulu ke rumah warga sambil menunggu renovasi,” ucapnya.
Akibat peristiwa ini, kata Agus, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta rupiah. Pihaknya berharap kepada pemerintah agar secepatnya bisa membantu untuk merenovasi kembali mushola ini. Sehingga warga bisa melakukan sholat berjamaah seperti biasa lagi.
“Iya-kan kejadiannya tak terduga, mungkin harapan kami dan warga agar mushola ini secepatnya bisa dibangun kembali. Sehingga warga disini bisa melakukan sholat berjamaah lagi,” harapannya.
Jumat pagi, warga bersama aparat desa, TNI dan Polri bergotong royong mengevakuasi barang yang bisa diselamatkan. Selain itu, atap mushola juga dibongkar agar tidak menimpa warga.
Kepala Desa Cipanas, Moch. Asep Lantipan menuturkan, kondisi mushola sudah tua dan lapuk. Mushola tersebut dibuat sekitar tahun 1978. “Kami bersama warga, instansi ataupun lembaga-lembaga terkait yang sekiranya bisa membantu rehab mushola ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungkerta, Iptu Sukardi menyebut, akibat intensitas hujan yang tinggi, 1 rumah warga di Desa Tanjungmekar dan 1 mushola Desa Cipanas ambruk. Beruntung tidak ada korban manusia dalam dua kejadian itu.
“Himbauannya kepada warga masyarakat agar berhati-hati, seperti kita ketahui bahwasanya sekarang curah hujan cukup tinggi. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka berhati-hati saat hujan deras,” ucapnya. (gun)





