RADARSUMEDANG.ID – Untuk pertama kalinya upacara peringatan hari amal bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-77 tahun ini dikemas secara menarik. Pasalnya, beberapa peserta upacara termasuk komandan upacara menggunakan pakaian adat khas daerah-daerah di Indonesia.
Tampak ada yang menggunakan pakaian adat Lampung, Sumatera Utara, beberapa daerah di pulau Jawa termasuk adat Sunda sampai pada tokoh pewayangan.
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir yang bertindak selaku Pembina Upacara dalam sambutannya mengucapkan, pakaian adat yang dipakai para peserta upacara dari berbagai daerah merupakan wujud dari keberagaman untuk persatuan kita bersama.
“Walaupun masih ada kekurangan, pasti itu ada. Tapi kekurangan tersebut jangan sampai pesimistis terhadap negara kita. Harus tetap optimistis negara kita akan maju terus,” kata Bupati Dony.
Lebih lanjut Bupati menyatakan, warga Indonesia layak bersyukur dan berbahagia karena hidup di Indonesia yang aman nyaman dan damai. “Tidak ada peperangan antar suku, agama. Walaupun di negara kita berbeda agama, suku dan ras, tapi masih bisa bersatu, inilah yang harus kita syukuri. Saya juga berharap Kementerian Agama lebih maju melayani umat, merawat kerukunan umat bergama dan menjaga NKRI. Terima kasih telah bersama-sama menjadi bagian dari Sumedang Simpati,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H Jajang Apipudin mengatakan, Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-77 dengan tagline ‘Kerukunan Bagi Indonesia Hebat’.
“Tentunya menjadi prioritas kami untuk terus meningkatkan kerukunan antar umat beragama agar di Kabupaten Sumedang tidak ada lagi pemeluk agama yang sifatnya radikal yang dapat memecah-belah kesatuan dan persatuan negara kita Indonesia,” tuturnya.
Sebagai informasi, pada upacara HAB tahun ini diberikan penghargaan Satya Lancana Karya Satya Presiden Rebuplik Indonesia kepada PNS di lingkup Kantor Kementerian Agama yang telah berbakti selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.
Diserahkan pula secara simbolis bantuan untuk rehab gedung Madrasah Ibtidaiyyah Babakan Kondang, penghargaan bagi pegawai inspiratif dan penghargaan kepada para juara MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat. (jim)







