RADARSUMEDANG.ID – Mengurangi angka kemiskinan bisa dengan cara merubah mindset masyarakat. Banyaknya program bantuan yang digulirkan, jika mindset penerimanya tidak dirubah, maka angka kemiskinan akan tetap tinggi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat ToT Literasi Digital Sekoper Cinta di Gedung Negara, belum lama ini.
“Saya pernah bilang kepada para kepala desa, sebesar apapun APBDes diberikan untuk bantuan modal usaha, bantuan tunai, pelatihan, tapi kalau mindset masyarakatnya tidak dirubah maka tidak akan beranjak dari kemiskinannya. Mereka akan tetap nyaman berada di bawah garis kemiskinan,” kata bupati.
Oleh karena itu, sambung Dony, melalui Sekoper Cinta, mindset masyarakat bisa dirubah. Dengan Sekoper Cinta, kaum perempuan dilatih dengan berbagai modul. “Kalau kita dilatih, di sekolahkan, akan merubah mindset kita, merubah pola pikir. Maka kita akan mendapat pengetahuan dan inspirasi,” ujarnya.
Bupati menggambarkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 kemiskinan di Sumedang berada diangka 10,71. Dari data tersebut, 50 persen lebih merupakan kaum perempuan, disusul petani yang tinggal di desa-desa.
Namun di tahun 2022, kemiskinan di Sumedang turun menjadi 10,14 persen. Itu setelah adanya upaya dari pemerintah, seperti Sekoper Cinta, pelatihan kader posyandu, hingga pemanfaatan digitalisasi melalui berbagai aplikasi.
“Ternyata kemiskinan di Sumedang salah satunya adalah perempuan. Berarti ini harus dirubah mindsetnya. Bahkan kalau BPS melakukan survei, bertanya makan sehari dengan apa. Masyarakat karena takut tidak dapat bansos lagi, maka menjawab makan dengan tempe, tahu sudah cukup. Jarang makan telor dan daging. Maka dengan menjawab seperti itu surveinya akan jelek,” ucapnya.
Kini dengan Sekoper Cinta, mindset tersebut bisa dirubah. Dengan 27.700 perempuan siswa Sekoper Cinta, penurunan kemiskinan Sumedang merupakan yang terbaik kedua dibandingkan kabupaten lainnya di Jawa Barat. (gun)





