RADARSUMEDANG.ID, BANDUNG—Banyak aspirasi dalam bidang perhubungan yang sampai kepada Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat dalam Reses II Tahun Sidang 2022/2023. Hal itu terungkap dalam pemandangan umum F-PKS DPRD Jabar mengenai laporan pelaksanaan Reses II Tahun Sidang 2022/2023, Kamis (16/3/2023) belum lama ini.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, SIP, MSi dihadapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan jika masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan seperti Bandung Raya, dan Bogor-Depok-Bekasi, banyak mengeluhkan persoalan macet.
“Masalah kemacetan ini nyaris setiap hari terjadi dan dirasakan masyarakat di kawasan perkotaan. Apalagi kawasan Bandung pasca pembangunan Masjid Al-Jabbar. Satu sisi, pembangunan masjid tersebut harus diapresiasi. Namun, sisi lain, pada saat akses jalan tidak memadai, dan masyarakat berbondong-bondong banyak yang datang, menyebabkan kemacetan yang luar biasa,” beber Kang RinSo, sapaan karibnya.
Karenanya, menurut Fraksi PKS DPRD Jabar dibutuhkan penataan bidang perhubungan ini, khususnya dalam bentuk transportasi publik/massal. Terlebih akhir-akhir ini masyarakat sering mendengar Gubernur mencanangkan transportasi publik tersebut, mulai dari LRT, MRT, Kereta Kapsul, dan lain sebagainya.
“Melihat pencanangan yang sudah ada gambarnya, masyarakat senang dan bahagia. Sayang, kebahagiaan tersebut nampak semu dan menjadi tak ada artinya karena sampai menjelang akhir jabatan Pak Gubernur, belum juga dapat direalisasikan. Untuk itu, masyarakat menyampaikan aspirasi, agar Gubernur dapat menjelaskan hal tersebut secara lugas dan apa adanya. Jangan hanya pencanangan, melainkan juga perencanaan tahun ke tahunnya seperti apa, sehingga lebih jelas kapan transportasi publik tersebut ada,” paparnya.
Sebagai sebuah solusi, Fraksi PKS DPRD Jabar juga menyarankan agar apabila transportasi publik mahal dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maka masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kota/Kabupaten, maupun pihak Polisi-TNI,dalam rangka mengatur dan merekayasa lalu-lintas jalan.
“ Khususnya pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari, sehingga tidak terjadi kemacetan luar biasa. Dalam jangka pendek, hal ini perlu dilakukan, sehingga kehadiran pemerintah benar dirasakan adanya,” desaknya.
Dalam hal perhubungan ini, juga termasuk di dalamnya pemeliharaan jalan dan lampu penerangan, Fraksi PKS DPRD Jabar juga mendorong agar Pemprov Jabar juga memperbaiki masalah itu karena berkaitan dengan masalah kecelakaan lalu-lintas dan juga keamanan di jalan bagi masyarakat.
“Ada banyak kasus rawan kecelakaan maupun begal dan pembacokan yang hari ini sering kita dengar di wilayah Jawa Barat. Gubernur harus memperbaiki fasilitas tersebut sekaligus kerjasama dengan Kepolisian untuk meningkatkan keamanan. Untuk apa kita punya banyak taman dan masjid yang megah, namun keamanan warga tidak terjaga,” sarannya lagi.
Fraksi PKS DPRD Jabar optimis dengan membangun taman yang indah dan masjid yang agung berserta keamanaan warga yang terjaga adalah bentuk keimanan, bukan memilih satu atau dua kegiatan saja.
“Apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang sudah di depan mata. Masyarakat menginginkan adanya kedamaian dan kenyamanan beribadah, tidak terancam oleh begal dan pembacok, demikian pula dengan kemacetan yang melelahkan dan membosankan,” katanya lagi.(rik)





