Milangkala Desa Haurngombong ke-41, ITB Buka Stand Bazaar Instalasi Akuaponik Portable

oleh
oleh
MILANGKALA: Ketua Projek Pengabdian Masyarakat (PM) ITB Dr. Taufikurahman saat menerima kunjungan Kades Haurngombong Dadang acara Milangkala Desa Haurngombong ke-41 (For Radar Sumedang)
MILANGKALA: Ketua Projek Pengabdian Masyarakat (PM) ITB Dr. Taufikurahman saat menerima kunjungan Kades Haurngombong Dadang acara Milangkala Desa Haurngombong ke-41 (For Radar Sumedang)

PAMULIHAN – Dalam rangka memeriahkan Milangkala Desa Haurngombong yang ke-41. Institut Teknologi Bandung (ITB) berpartisipasi menjadi peserta bazaar di lapangan bola Desa Haurngombong.

Kegiatan Bazaar dilaksanakan
selama tiga hari mulai Senin (19/06) sampai Rabu (21/06)

Ketua Projek Pengabdian Masyarakat (PM) ITB Dr. Taufikurahman mengatakan, terdapat 12 stand yang diisi oleh UMKM, kegiatan bazaar tersebut menawarkan dan menjual produk diantaranya berupa sirup lidah buaya yang diproduksi oleh KWT Rengganis, kicimpring dan opak yang diproduksi oleh RW 05, tape singkong, aneka keripik, aneka kue basah, jagung rebus, ketan ulen, dan berbagai makanan dan kerajinan tangan lainnya.

“Kebun Pendidikan ITB Haurngombong turut serta dalam kegiatan bazaar dengan menampilkan instalasi akuaponik portable yang dibuat setelah melalui serangkaian penelitian,” ujarnya. Selasa (20/06).

Ia menambahkan, Instalasi akuaponik portable terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dan pembuatan instalasinya dapat ditiru oleh warga desa yang ingin memiliki instalasi akuaponik portable.

“Warga/pengunjung bazaar dapat meminta penjelasan kami, apabila kesulitas dalam merakit instalasi akuaponik tersebut, Kebun Pendidikan ITB Haurngombong juga menjual produk olahan limbah berupa pupuk organik padat dan pupuk organik cair,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Di era digital saat ini, pemasaran melalui platform digital sudah menjadi keniscayaan untuk memudahkan transaksi jual-beli. Pada bulan Juli 2023, ITB akan mengadakan workshop untuk membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya baik dalam proses pembuatannya, pengemasan, hingga penjualannya baik secara langsung maupun melalui platform digital. Platform digital yang dimaksud adalah website, Instagram, WhatsApp Grup, dan Facebook Page.

“Tujuannya agar para UMKM dapat membuat dan mengemas produknya secara lebih higienis dengan standar serta perizinan yang berlaku. Workshop akan dilaksanakan di ruang pertemuan Desa Haurngombong dengan pembicara dari ITB dengan materi strategi marketing, digital marketing, dan pengolahan produk pascapanen termasuk mengenai label halal dan IPRT,” ujarnya. (tha).

No More Posts Available.

No more pages to load.