RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Ketua DPP Asosiasi RW/RT (ARWT) A Irwan Bola mengaku prihatin terhadap honor yang diterima RT/RW yang jauh dari kata cukup. Padahal tugas RT/RW adalah garda terdepan masyarakat.
“Meski garda terdepan, namun tidak sebanding dengan honor yang diterima para ketua RT maupun RT, mereka paling tiap bulan mendapatkan 250 ribu,” ujar A Irwan Bola yang juga akan mencalonkan DPD RI itu.
Kondisi tersebut, kata Irwan, jauh berada jauh dengan RT dan RW di wilayah Perkotaan seperti Bekasi dan Jakarta di sana mereka digaji sesuai UMK sekitar Rp 5 juta.
“Sumedang mungkin tidak bisa menggaji RT/RW sesuai UMK karena UMK Sumedang Rp3 juta, jumlah RT dan RW sekitar 9 ribu, berarti Rp27 miliar sebulan kalau dari APBD bakal habis untuk alokasi RT/RW,” tambahnya.
Harusnya, kata ia, uang dari pusat digiring dan dititipkan ke daerah. “Uang itu 700 triliun dari pusat, kita harus banyak orang daerah yang menjadi wakil rakyat, sehingga bisa menggiring anggaran, itulah motivasi saya menjadi DPD RI,” tambahnya.
Menurutnya, tugas DPD memperjuangkan daerah, sekarang meski Jabar penduduk terbesar di Indonesia, tetapi alokasi dana DAK kalah sama Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Alasannya karena disana Kabupatennya banyak. Semakin banyak kabupaten semakin banyak alokasi anggaran,” tandasnya. (tha)




