RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi, Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) dari Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian berkolaborasi mengembangkan inovasi teknologi cerdas.
Kolaborasi ini sebagai salah satu solusi atas berbagai problematika produksi beras di Indonesia. Teknologi ini menerapkan konsep-konsep fisika seperti gelombang audiosonic dan ultrasonic untuk meningkatkan produktivitas padi.
Perangkat bernama ‘TASER-2P’ dikembangkan lima mahasiswa Unpad, yaitu Bergas Frenli Nur Vendi (Fisika), Kosirot Ashabul Jannah (Agribisnis), Muhammad Fadila Dwiputra (Agroteknologi), Septiani Rahayu (Agroteknologi) dan Eneng Tuti Rosita (Agroteknologi) dengan bimbingan dosen Vira Kusuma Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D.
Inovasi TASER-2P menggunakan gelombang suara untuk menjelaskan bahwa alat TASER-2P dapat mengusir hama tikus dan wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stal.).
“Cara mengusirnya yaitu dengan pemanfaatan gelombang ultrasonik yang dapat mengusir serangga wereng batang coklat, dan juga rekaman audio predator alami tikus sawah dan suara tikus kesakitan yang dapat memberikan efek intimidasi kepada tikus sawah sehingga membuat tikus tersebut merasa tidak nyaman dan mencegahnya mendekati area sawah sekitar sumber suara,” ujar Bergas.
Bargas mengaku, peningkatan resistensi penyakit dan optimasi pertumbuhan, alat tersebut memanfaatkan sonic bloom, yaitu pemaparan gelombang audiosonik yang dapat mempengaruhi pembukaan stomata daun.
“Gelombang audiosonik dapat mempengaruhi pembukaan stomata melalui fenomena resonansi sehingga stomata terbuka lebar, H2O dan CO2 dapat masuk lebih banyak dan fotosintesis menjadi optimal,” tambahnya.
Menurutnya, pemaparan audiosonik juga dapat menurunkan serangan patogen Rhizoctonia solani sebanyak 50%. Penurunan tersebut terjadi karena adanya respons mekanis yang mempengaruhi ekspresi gen sehingga ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit meningkat.
“TASER-2P dilengkapi dengan sistem IoT, sehingga dapat digunakan dan dikendalikan dengan mudah oleh pengguna lewat aplikasi android,” tambahnya.
Untuk fitur monitoring, Bergas menjelaskan bahwa alat ini dilengkapi dengan sensor kamera. Sensor kamera yang terintegrasi dengan alat dapat menangkap gambar dan mengupload gambar tersebut ke server web yang kemudian dianalisis oleh artificial intelligence untuk mendeteksi keberadaan hama yang tertangkap kamera.
“Rekaman kamera dapat diakses melalui aplikasi android yang juga terhubung via web server,” tandasnya. (tha)





