Maulid Akbar Asy-Syifaa Diikuti Ratusan Ribu Jemaah se-Indonesia

oleh
MAULID AKBAR: Ratusan ribu jamaah dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah yang digelar di Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Minggu (01/10).

RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Ratusan ribu jamaah dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah yang digelar di Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Minggu (1/10).

Acara tersebut diisi dengan tausiah dan doa bersama. Acara bertujuan untuk mendatangkan keberkahan bagi bangsa Indonesia.

Pimpinan Ponpes Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH. Muhyiddin Abdul Qadir Al-Manafi MA, menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk memeringati kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

“Melalui peringatan ini, berharap mendapatkan syafaat dan keberkahan. Berkahnya Maulid Nabi Muhammad sangat luar biasa, doa-doa yang dapat dikabulkan oleh Allah, dosa-dosa diampuni, bakal mendapat pertolongan di dunia dan akhirat, serta kematian yang diberkahi,” kata Abuya, Minggu (0/10).

Abuya menambahkan, pentingnya perpaduan antarumat beragama demi menjaga keutuhan NKRI. Bahkan, dalam acara maulid ini, hadir umat Kristen, Hindu dan Buddha yang bersatu dalam rasa cinta dan kasih sayang sesama ciptaan Allah. 

“Persatuan di bawah NKRI adalah kunci kekuatan bangsa Indonesia, dan melalui momen seperti ini, kami bisa semakin mendekatkan diri satu sama lain,” katanya. 

Selain itu, kata Abuya, momen Maulid Nabi Muhammad ini juga bersamaan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Abuya mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak digoyahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dengan kebersamaan dan semangat persatuan yang terasa dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad saw, jamaah berharap bahwa kebahagiaan dan keberkahan akan terus menyertai bangsa Indonesia dalam menjalani perjalanan sejarahnya,” tandasnya. 

Sementara itu, Pj. Bupati Sumedang,  Herman Suryatman yang hadir dalam acara maulid nabi mengatakan melalui acara Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut untuk bersama-sama meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah, dengan cara meneladani kepemimpinannya, dan meneladani sifatnya yakni sidik, amanah, fatonah dan tabligh.

“Kepada Abuya dan para alim ulama, mohon bimbingannya. Kepada warga masyarakat kami mohon dukungan, bantuan dan dukungannya agar bisa melaksanakan tugas sebagai penjabat Bupati Sumedang,” katanya.

Menurutnya, amanah yang diemban tiada lain untuk kemajuan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan dengan ultimate goalsnya adalah kesejahteraan masyarakat.

“Insyaallah sebagai muslim, dari awal pelantikan berangkat dari niat yang tulus sebagaimana ajaran Rasulullah dan para ulama dalam memimpin niatkan ibadah,” katanya.

Sebelum memberikan sambutan, Herman Suryatman didaulat menjadi dirigen lagu kebangsaan pada acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW.

Herman nampak lincah memandu jemaah saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Saat peringatan Maulid Nabi dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Herman juga mengajak para jamaah menggelorakan lagu Karatagan Pahlawan.

“Maulid Akbar ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, lagu Karatagan Pahlawan ini mudah-mudahan membangkitkan semangat,” tandasnya. (tha)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.