RADARSUMEDANG.id, TANJUNGKERTA – Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman meminta pemadam kebakaran (Damkar) mengoptimalkan armada baru. Hal tersebut disampaikan Herman, menyikapi banyaknya laporan armada Damkar yang mogok. Terbaru, armada unit Damkar Wilayah Conggeang kembali mogok, sehingga terpaksa diistirahatkan.
“Kaitan kemarin banyak kendaraan yang terkendala itu sebenarnya bisa menggunakan kendaraan yang baru. Kendaraan baru kan untuk dipakai, bukan untuk ditongkrongin,” kata Pj Bupati, saat menghadiri kegiatan di Kecamatan Tanjungkerta, Senin (23/10).
Armada-armada yang terkendala hingga mogok, lanjut Herman, adalah armada lama. Armada tersebut malah dioptimalkan ketika banyak terjadi kebakaran. Ia menggambarkan saat penanganan kebakaran di TPAS Cibeuruem. Dimana proses pemadaman berjalan lancar saat menerjunkan armada baru.
“Teman-teman di Damkar mungkin mengoptimalkan kendaraan yang ada sebelumnya. Seperti di TPAS Cibeuruem, buktinya cepat. Kalau kendaraan baru bisa bolak-balik puluhan kali. Kalau kendaraan lama yang kemarin kejadian (mogok) kan karena dihajar bolak-balik lima kali jadinya mogok,” katanya lagi.
Saat ini, Sumedang memiliki 7 armada Damkar, 2 unit merupakan armada baru keluaran 2023. Kemudian 3 armada keluaran tahun 2000an, dan 2 unit keluaran 1990an. Menurut Herman kondisi tersebut sudah memadai kebutuhan di Sumedang.
“Belum lagi kami bersinergi dengan UNPAD, ITB, IPDN, yang masing-masing punya armada Damkar. Kami akan kolaborasikan, sehingga dari sisi kendaraan mudah-mudahan kebutuhan masyarakat dalam rangka mengantisipasi kebakaran bisa terpenuhi,” ujarnya. b





