RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2023 tingkat Kabupaten Sumedang, ratusan santri Sumedang berharap agar Israel menghentikan aksi bombardir Palestina serta menghentikan pertikaian yang telah lama terjadi di sana.
Pernyataan itu muncul dari pengurus Pondok Pesantren Al Majidiyah Nyalindung Kecamatan Sukasari, Abdul Kholik.
“Melalui kemeriahan acara peringatan hari santri nasional 2023 tingkat Kabupaten Sumedang. Kami berharap agar Israel berhenti membombardir Palestina,” ucap Abdul Kholik kepada sejumlah awak media di Lapangan PPS, Senin (23/10).
Ia menyebutkan Palestina tengah banjir darah. Bahkan dari beberapa informasi yang ia peroleh, ratusan nyawa warga Palestina hilang akibat serangan yang dilakukan oleh Israel per harinya.
“Tidak tahu pastinya seperti apa. Namun beredar kabar bahwa ratusan warga palestina kehilangan nyawa per harinya.” sebut Abdul Kholik.
Senada, Pembimbing dan Guru di Ponpes Miftaahul falaah Cirendang Kecamatan Tanjungmedar, Nuri Qurota Aeni (25) mengajak untuk membantu melalui hal-hal positif seperti share info donasi di insta story (Instagram) dan hal lainya.
“Karena kita tidak mungkin untuk ke sana, setidaknya kita bisa membantu mereka melalui program donasi dengan cara share infonya di insta story dan lain sebagainya,” ujar Nuri.
Kendati demikian diterangkan Nuri, meski pada momentum ini tidak ada aksi atau hal-hal yang berkenaan dengan hal itu. Namun dirinya mengharapkan juga kesadaran atas apa yang sedang terjadi tidak hanya di lingkungan sekitar namun kondisi dunia terutama urusan umat muslim.
“Sejauh ini di kabupaten Sumedang memang belum ada gerakan yang nyata yang dilakukan oleh para santri. Belum tahu ya, mungkin ke depan,” katanya.
Selain dari perayaan hari santri ini terbilang meriah karena diikuti juga oleh SKPD-SKPD di Kabupaten Sumedang, Ia menginginkan agar pemerintahnya sendiri juga bisa sedikitnya mengangkat isu-isu agar yang belum tahu menjadi tahu.
“Saya berharap hari santri di tahun-tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi, bisa lebih banyak lagi santri yang turut berpartisipasi dan terutama bisa lebih ‘aware’ atau perhatian lagi atas isu-isu islam secara global seperti yang sedang terjadi di Palestina sekarang,” pungkas Nuri. (jim)





