RADARSUMEDANG.ID, PASEH – Truk tangki pengangkut tepung kapur bernomor polisi L 8624 UK, menyeruduk tiga angkot serta satu minibus dan warung di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kawasan Nyalindung, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Jumat (26/1) pagi.
Akibat insiden tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimpa badan truk. Sementara dua orang pemilik warung mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Sumedang.
Menurut salah seorang saksi, Agus Gunawan, kecelakaan diawali datangnya truk tangki pengangkut tepung kapur dari arah Bandung menuju Cirebon. Di kondisi jalan menurun dan menikung, truk oleng, dan menyeruduk tiga angkot beserta satu minibus yang terparkir di depan warung sebelah kiri jalan.
“Truk dari arah Bandung menuju Cirebon itu sudah kondisi oleng lalu ngebanting ke sebelah kiri dan menabrak angkot dan warung serta minibus. Setelah itu lalu terguling,” kata Agus, di lokasi kejadian.
Sementara petugas Kepolisian dari Polsek Paseh beserta Unit Gakkum Satlantas Polres Sumedang langsung datang ke lokasi kejadian. Data dari pihak Kepolisian, terdapat satu orang meninggal dunia dalam kondisi terhimpit di bawah badan truk tangki.
“Korban satu orang meninggal dunia di TKP, dua orang dalam keadaan kritis sudah di bawa ke RSUD Sumedang,” kata Kapolsek Paseh, Iptu Tedi Rusmiadi.
Sementara ketiga angkot 02 yang ringsek dalam kondisi kosong, lantaran tengah parkir dan ditinggal pemiliknya. Salah satu angkot bahkan kondisinya nyaris gepeng.
“Angkot sedang parkir dalam kondisi kosong. Kalau yang dua orang (korban luka) pasutri itu merupakan penghuni rumah atau warung,” ucapnya.
Pascakecelakaan maut, proses evakuasi korban tertimpa truk dilakukan dengan menurunkan petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Damkar dibantu warga sekitar. Petugas melakukan pengganjalan badan truk menggunakan kayu dan dongkrak hingga penyemprotan air pada bagian tanah, untuk mempermudah evakuasi korban.
Setelah tertimbun badan truk tangki selama 5 jam lebih, jenazah korban yang diketahui bernama Ujang Rohadiansyah (36) berhasil dievakuasi. Korban tertimpa truk yang kecelakaan, saat tengah merapihkan terpal bekas hajatan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang, Ipda Hendi Yusuf menyebutkan, dugaan sementara penyebab kecelakaan ini terjadi akibat hilangnya konsentrasi sopir.
“Kronologi laka lantas ini diduga pengemudi truk tangki hilang berkonsentrasi,” kata Hendi.
Guna mengetahui penyebab pasti insiden kecelakaan ini, pihak kepolisian masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap sopir dan kernet truk. Akibat kejadian ini, dua orang mengalami luka dan satu orang meninggal dunia.
“Nanti kami akan periksa kembali sopirnya terkait kecelakaan ini. Sementara jumlah korban satu orang meninggal dunia, dua orang luka dan sudah dibawa ke RSUD Sumedang,” katanya.
Sementara itu Pj Humas RSUD Sumedang, Rendi Z Pohana mengatakan, kondisi yang diketahui pasangan suami istri bernama Yanyan Sopian (37) mengalami luka terbuka di kaki kiri dan robek pada bagian mulut. Sedangkan sang istri Ela Komala (34) mengalami patah kaki kiri, luka terbuka dan penurunan kesadaran.
“Korban luka ringan ada dua orang suami istri yang saat ini sudah dalam perawatan medis,” kata Rendi.
Evakuasi keempat mobil berupa tiga angkot dan satu minibus yang ringsek dilakukan menggunakan kendaraan derek. Sementara bangkai truk menunggu datangnya Crane. (gun)







