RADARSUMEDANG.id, KOTA – Pelaku usaha kecil makanan basah dan kering nampaknya harus mengencangkan ikat pinggangnya.
Pasalnya mereka mengeluh harga bahan pokok kian hari kian mahal sehingga membuat bingung proses produksi makanan.
Para pelaku usaha kecil yang merupakan bagian dari pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang ini pun merasakan betul sulitnya menjaga kualitas dan mengatur jumlah produksi.
Menurut Koordinator Forum UMKM Kabupaten Sumedang, Hida Nurul Milah, kenaikan harga bahan pokok sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha kecil-kecilan.
“Ketika bahan baku naik otomatis para pelaku juga harus menaikkan harga sehingga daya beli konsumen jadi menurun,” kata Nurul kepada Radar Sumedang di Gerai UMKM IPP, Kamis (7/3/2024).
Selain itu andaikata terdapat pengurangan jumlah porsi juga tetap tidak menjamin pembeli. “Yang beli pastinya merosot, apalagi kualitas bahan baku lebih diutamakan. Misalnya untuk minyak goreng juga harus benar-benar minyak merk tertentu, yang notabene bagus sehingga produk makanan yang dibuat tidak cepat bau apek,” ungkap Nurul.
Belum lagi, para pelaku usaha makanan juga harus menjaga karakteristik tekstur makanan yang disajikan.
“Dari rasanya juga harus gurih dan enak, dan disisi lain merk tertentu juga sudah sulit didapatkan karena stoknya yang terbatas. Termasuk komoditas gula pasir khususnya, dengan merk tertentu saat ini di toko modern juga sama, sulit dan terbatas stoknya. Sedangkan kebutuhan para pelaku tentunya sangat beda dengan kebutuhan rumah tangga,” ucapnya.
Dengan demikian, pelaku usaha kecil makanan merasa kebingungan dan serba salah. Mengingat manakala harga kebutuhan pokok naik, maka akan ada pengurangan bahan atau bahkan lebih jauhnya mengurangi porsi produk.
“Dampaknya dari rasa pasti beda dan mau tidak mau konsumen pun jadi merosot karena enggan beli produk yang tidak seperti biasa. Meski sudah kita jelaskan bahwa bahan pada naik, namun para pelaku usaha tetap bertahan di tengah harga yang melonjak mereka tetap menjalankan usaha supaya roda perekonomian tetap berputar. Kendati memang omset atau laba tidak sebagus ketika harga bahan baku masih normal,” katanya.
Sementara berdasarkan laporan harga bahan pokok dalam layanan digital sistem informasi perdagangan (Sindang) Sumedang, salah satu komoditas dikabarkan naik yaitu cabe merah keriting yang sebelumnya Rp 70 ribu/Kg menjadi Rp 80 ribu/Kg.
Adapun saat ini harga beras premium mengalami penurunan dari harga sebelumnya Rp 17 ribu menjadi Rp 16 ribu/Kg, kemudian cabe rawit hijau dari sebelumnya Rp 50 ribu/Kg.
Sementara untuk komoditas lainnya harga juga relatif masih melambung tinggi seperti beras medium masih tetap di harga Rp 15 ribu/Kg, cabe merah biasa Rp 120 ribu/Kg, cabe merah domba Rp 80 ribu/Kg, bawang merah Rp 32 ribu/Kg, bawang putih Rp 40 ribu/Kg, daging ayam Rp 38 ribu/Kg, daging sapi Rp 140 ribu/Kg. (jim)





