RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Sejumlah petani tembakau di Sukasari, Kabupaten Sumedang merasa senang dengan kondisi cuaca yang cerah. Hal itu karena membawa berkah bagi harga tembakau yang sudah diolah.
Salah satunya adalah petani tembakau Ayi Mansur, warga Dusun Ciliang, Desa Nangerang, yang mengungkapkan bahwa harga tembakau siap saji mengalami peningkatan. “Biasanya dijual seharga Rp25 ribu per sasag, kini mencapai Rp40 ribu per sasag atau Rp600 ribu untuk 20 sasag perkodi,” ujarnya.
Ayi menambahkan, aktivitas penjualan sangat tergantung pada kondisi barang. Barang yang bagus memiliki harga yang lebih tinggi. “Tembakau yang sudah diolah dan siap saji tidak sulit untuk dijual karena banyak bandar di daerah ini. Kami hanya perlu mencari bandar yang bersedia membayar harga tinggi,” ujarnya.
Ayi Mansur juga menjelaskan bahwa sebelumnya biasanya menanam tembakau di wilayah Majalengka, tetapi sekarang beralih menanam sendiri di wilayah gunung Nangerang.
“Proses pengolahan tembakau dari daun hingga penguapan membutuhkan waktu yang cukup lama, namun dengan cuaca yang baik, proses tersebut dapat dipercepat,” katanya.
Meskipun harga tembakau mengalami kenaikan, kata ia, tantangan lainnya adalah harga pupuk MPK yang mahal, mencapai Rp18 ribu per kilogram, sementara biasanya hanya seharga Rp10 ribu per kilogram.
Meskipun demikian, petani disana tetap optimis dan terus berupaya untuk menghasilkan tembakau berkualitas. (tha)






