RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Pemuda-pemudi di Dusun Cipajaran, Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor mampu menyulap puing reruntuhan angin puting beliung menjadi sarana olahraga tenis meja sekaligus membentuk komunitas yang diberi nama Persatuan Tenis Meja (PTM) Fajar Mekar.
Ketua PTM Fajar Mekar, Dede Sutisna mengatakan, berdirinya PTM Fajar Mekar berawal adanya musibah angin puting beliung yang memporak porandakan lingkungan wilayah Dusun Cipajaran dan sekitarnya beberapa waktu lalu.
“Banyaknya material rumah dan pabrik yang hancur terbawa angin, kami bersama Karang Taruna Desa Cintamulya bernisiatif mengumpulkan puing-puing meterial bangunan yang terbawa angin itu yang kebanyakan bahan baja ringan, setelah terkumpul kami langsung menjualnya,” ujarnya, Minggu (21/04).
Ucil sapaan akrab Dede Sutisna mengaku, hasil dari penjualan baja ringan tersebut terkumpul uang sekitar jutaan rupiah, selanjutnya dirinya bersama pemuda lainnya berfikir uang tersebut akan digunakan untuk, dari hasil diskusi yang dilakukan disepakati bahwa uang tersebut akan digunakan membuat sarana olahraga serta membeli sarana prasana penunjang lainnya.
“Sebetulnya uang yang terkumpul masih kurang, setelah koordinasi dengan kepala desa dan membuat beberapa proposal, akhirnya sarana olahraga ini bisa berdiri, tujuannya tiada lain untuk memberikan ruang kepada para pemuda disini agar lebih aktif berolahraga, lebih jauhnya dapat menghindari pergaulan-pergaulan yang tidak bermanfaat,” katanya.
Ucil pun mengapresiasi karena dalam peresmiannya langsung dihadiri Wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023, H Erwan Setiawan, Camat Jatinangor Herry Dewantara, Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Sumedang Dese Subarna, Ketua Karang Taruna Sumedang Yudi Purwana, Kepala Desa Cintamulya Syarif Wahyudi dan tamu undangan lainnya.
“Terimakasih Pak H. Erwan, Pak Camat Jatinangor, Ketua Karang Taruna, Ketua PTMSI, Pak Kades Cintamulya dan lainnya yang telah ikut serta dan mendukung keberadaan PTM Fajar Mekar,” kata Ucil.
Ia berharap, PTM Fajar Mekar dapat melahirkan atlet-atlet tenis meja yang handal dan profesional.
“Kami inginkan cabor tenis meja di Sumedang semakin maju dan berkembang. Saat ini juga, PTM Fajar Mekar memiliki anggota yang sudah bergabung sekitar 125 pemain kelas dewasa dan sedikitnya ada 115 petenis anak-anak hingga remaja,” tandasnya.
Kepala Desa Cintamulya Syarif Wahyudi mengapresiasi peresmian PTM Fajar Mekar yang bisa menjadi sarana silaturahim serta mengembangkan bakat olahraga tenis meja di wilayah Desa Cintamulya.
“Insya Allah, akan kami bantu dari anggaran desa untuk pengembangan kedepannya, karena saya lihat masih perlu ada perbaikan, melalui PTM Fajar Mekar ini diharapkan bisa memberikan wadah bagi para pemuda, serta melahirkan atlet tenis meja yang profesional bisa mengharumkan nama baik Cintamulya, Sumedang bahkan Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, Erwan Setiawan berharap, adanya PTM Fajar Mekar yang baru saja diresmikan kedepannya dapat melahirkan atlet-atlet tenis meja yang profesional. Sehingga, dapat mengharumkan nama baik Sumedang.
“Saya juga berharap, peran Pemerintah Daerah (Pemda) harus terus hadir ditengah-tengah masyarakat. Termasuk demi kemajuan olahraga tenis meja yang sekarang semakin digandrungi warga Sumedang,” katanya.
Selain itu, Erwan yang juga putra sulung dari manager Persib Bandung H. Umuh Muchtar bersikeras ingin terus memajukan semua cabang olahraga (cabor) di Sumedang. Mulai dari sepak bola, bola voli, pingpong atau tenis meja, dan cabor lainnya.
“Mudah-mudahan semua jenis olahraga di Sumedang, termasuk tenis meja lebih baik lagi kedepannya. Mulai dari pembinaan terhadap atletnya sampai dapat menjuarai pertandingan di tingkat daerah maupun kancah nasional,” tandasnya. (tha)





