Ini Dampak Gempa Garut 6,2 Magnitudo yang Terasa Sampai Sumedang

oleh
oppo_0
RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Belum sembuh rasa trauma akibat rentetan gempa bumi pada akhir tahun lalu, warga Sumedang kembali dikejutkan dengan gempa bumi. Kali ini gempa berkekuatan magnitudo 6,2, meski berpusat di Kabupaten Garut, namun guncangan gempa terasa cukup kuat juga dirasakan di Sumedang. Gempa Garut terjadi sekira pukul 23.32 WIB.
Kuatnya guncangan gempa bahkan membuat seisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang panik. Puluhan pasien beserta keluarga yang menunggu, dibantu pihak rumah sakit berhamburan keluar menyelamatkan diri. Mereka khawatir gempa merubuhkan gedung rumah sakit.
“Saya sedang nunggu istri mau lahiran, tiba-tiba terasa goyang-goyang. Pas sadar itu gempa bumi langsung pada keluar,” kata Acep Sandi, salah seorang keluarga pasien RSUD Sumedang.
Rasa khawatir yang sama juga dirasakan Tika (45), warga Cimalaka. Saat gempa terjadi Tika sedang menunggu cucunya yang sedang dirawat di lantai 6 RSUD. Ia dan pasien lainnya menyelamatkan diri lewat tangga darurat.
“Saya sedang di lantai 6, tiba-tiba merasakan guncangan kencang, kepala langsung pusing. Pas melihat tembok pada retak, ya sudah langsung pada lari keluar,” ujarnya.
Tika pun mengaku masih trauma akibat rentetan gempa yang melanda Sumedang pada akhir tahun 2023 hingga awal tahun 2024 lalu.
“Yang pertama saya masih trauma waktu gempa Sumedang, yang kedua saya kerepotan karena ada ibu sama cucu saya di sini. Tapi alhamdulilah semua selamat,” ujarnya.
Pascagempa, Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono, Plh Sekda Tuti Ruswati, bersama BPBD, PMI serta unsur terkait lainnya langsung meninjau situasi dan kondisi di RSUD Sumedang. Satu per satu tiap ruangan di RSUD dilakukan pengecekan, manakala terjadi kerusakan akibat gempa.
Pantauan di lapangan, ditemukan di retakan bagian rumah sakit, termasuk ruang perawatan dan masjid. Juga, retakan akibat gempa Sumedang, yang semakin parah akibat gempa Garut.
“Kami bersama-sama mengecek kondisi rumah sakit karena akibat gempa terdahulu memang sudah ada retakan, dan setelah kami cek ternyata retakannya bertambah,” kata Kapolres Joko.
Oleh karena itu dengan alasan keselamatan, para pasien dievakuasi sementara keluar gedung RSUD, seperti di depan Paviliun dan depan IGD.
“Pasien kami turunkan ke bawah, dan kami juga mendirikan tenda darurat untuk pasien atau keluarga yang menunggu sampai situasi dinyatakan tenang dan aman,” imbuhnya
Sementara Plh Sekda Sumedang Tuti Ruswati, memastikan bahwa secara umum situasi Sumedang aman dan kondusif, pascagempa Garut. Hingga berita ini ditulis tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat gempa.
“Dapat saya laporkan dari RSUD Sumedang bahwa pascagempa kondisi aman, tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata Tuti.
Namun untuk mengantisipasi gempa susulan, puluhan pasien dari lantai 4 sampai 8, serta pasien IGD dievakuasi sementara keluar rumah sakit.
“Tadi saya juga melihat kerusakan pascagempa episentrum Garut ini, memang ada tambahan retakan tetapi tampaknya tidak terlalu berarti, tetapi pasien tetap meminta dievakuasi,” ujarnya.
Oleh karena itu kata Plh Sekda Tuti, setelah berkoordinasi dengan Forkopimda serta BPBD dan BNPB, didirikan 2 buah tenda darurat di halaman rumah sakit.
“Nanti kami lihat lagi laporan dari BNPB, bagaimana kelayakan gedung rumah sakit ini,” ucapnya.
Dari data yang didapat dari Humas RSUD Sumedang, total sebanyak 49 pasien yang dievakuasi keluar. Namun setelah situasi kondisi dirasa aman, semua pasien sudah kembali masuk ke ruangan sekira pukul 04.00 WIB. Selain itu pelayanan di RSUD pun sudah mulai normal kembali. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.