RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Nampaknya antar elite parpol di masing-masing partai Islam ini sudah terjalin kecocokan jelang Pilkada Sumedang 2024. Terutama dengan salah satu bakal calon kepala daerah (bacakada) muda pendatang baru yaitu Fajar Aldila yang kabarnya sedang ‘diperebutkan’ oleh berbagai pihak.
Pasalnya pada Sabtu (26/7) malam kemarin telah dilakukan pertemuan antara DPD PAN dengan DPC PKB Sumedang di salah satu kafe di Sumedang kota. Karenanya, dengan bergabungnya PAN dan PKB, telah merubah peta politik di Sumedang juga menjadi koalisi partai pertama di jelang Pilkada Sumedang 2024.
Dikonfirmasi, Ketua DPD PAN Sumedang, Bagus Noor Rochmat mengatakan, ada alasan logis penjajakan koalisi yang dilakukan antar parpol yang sudah memiliki jejak historis dan pengalaman yang mumpuni pada Pilkada 2018.
“Alhamdulillah dengan gabungan 2 antara kami PAN dengan PKB sudah cukup untuk mengusung satu paket cakada dan wakilnya. Kami ingin mengulang sukses Pilkada 2018, jika sebelumnya sebagai pengusung. Maka saat ini dengan bergabungnya PAN dan PKB, harus menang,” kata Bagus Noor kepada sejumlah awak media di Share Loc Kafe, Jalan Raden Suyud.
Meski demikian ditegaskan Bagus, pada penjajakan koalisi ini pihaknya tidak berbicara tentang siapa yang akan diusung sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati pada Pilkada 2024.
“Nomor 1 adalah kerjasama, dan kalau bicara person adalah nomor 12. Mengingat nomor urut 1 adalah PKB dan nomor 12 adalah nomor urut PAN, jadi sudah cocok,” ujarnya.
Lebih lanjut diharapkan, momentum ini masing-masing DPP partai dapat melihat keseriusan PAN dan PKB Sumedang, untuk melangkah maju dalam kontestasi Pilkada Sumedang 2024. “Kami, yakin dengan bergabungnya PAN dan PKB akan ada partai lain yang akan turut bergabung,” ucapnya.
Sementara Ketua DPC PKB Sumedang, Didi Suhrowardi menyambut baik koalisi yang dibangun dengan PAN. Menurutnya koalisi ini terbangun atas kesadaran, kesungguhan dan atas kesamaan visi dan misi, menjadi awal yang baik dengan bergabungnya PAN dan PKB.
“Ketika ada orang yang mengusung calon, tapi tidak jelas kendaraannya. Maka bergabungnya PKB dan PAN sudah menjadi sebuah kendaraan. Kerjasama ini semoga berdampak bagi kebaikan PAN dan PKB, serta untuk Sumedang secara keseluruhan,” tuturnya.
Selain itu lanjut Didi, antara desk Pilkada dari kedua partai diharapkan bisa menyusun visi dan misi, untuk ditawarkan kepada calon bupati dan wakilnya.
“PKB dan PAN bersama pada 2024-2029, akan memecah dua kutub yang saat ini sudah ada. Akan tetapi kami masih terbuka untuk menerima partai lain yang akan bergabung sehingga belum menentukan nama koalisi. Kemudian bagi partai baru yang akan bergabung, harus persetujuan kedua partai,” pungkas Didi.
Adapun berdasarkan hasil perolehan akhir suara kedua partai pada pemilu legislatif 14 Februari 2024 kemarin, DPD PAN Kabupaten Sumedang dipastikan memperoleh 4 kursi dewan pada pemilu legislatif sebelumnya.
Sedangkan untuk DPC PKB Sumedang pada pemilu legislatif tahun ini mendapatkan 6 kursi sehingga jika digabungkan memiliki 10 kursi dan itu cukup untuk mengusung calon Bupati dan wakil Bupati.(jim)





