Ikopin University dan Yayasan Proklamator Bung Hatta Jalin Kerjasama

oleh

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Dalam upaya menjaga konstitusi, merawat nilai-nilai kebangsaan, dan menegakkan demokrasi ekonomi, Ikopin University dan Yayasan Proklamator Bung Hatta (YPBH) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kampus Ikopin University Kecamatan Jatinangor, Rabu (15/5) lalu.

Selain itu, kerjasama tersebut bertujuan untuk memperkuat peran koperasi dalam meningkatkan kapabilitas dan kesehatan rakyat.

Rektor Ikopin University, Prof Dr Agus Pakpahan mengatakan, menjelaskan bahwa koperasi merupakan lembaga yang mampu menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan yang berpihak kepada anggotanya.

“Kerjasama ini merefleksikan ideologi perjuangan Bung Hatta dan para pejuang kemerdekaan, di mana koperasi menjadi pilar penting dalam mencapai kemerdekaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini juga bertujuan untuk memperbaiki regulasi dan undang-undang terkait koperasi guna memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tersingkir atau terpinggirkan.

“Dengan koperasi, semua lapisan masyarakat dapat dirangkul demi kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Menurutnya, dalam koperasi muncul win win solution atau kedua belah pihak diuntungkan, baik anggota maupun lembaga koperasi. Berbeda dengan sistem perbankan kapitalis atau perusahaan besar yang ada sistem kompetisi. Sehingga akan muncul yang menang dan yang kalah.

“Koperasi winwin solution, kalau mau maju bersama tidak bisa dengan cara kompetisi. Maju bersama hanya bisa dicapai dengan cara koperation,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Rektor, disemua negara, Koperasi berkembang kalau undang-undangnya adil. Supaya berkembang, maka perbaiki dulu regulasinya, undang-undangnya.

“Tidak boleh ada rakyat yang tersingkir atau termarjinalkan. Dengan Koperasi justru semua lapisan masyarakat dirangkul demi kesejahteraan masyarakat dan negara. Kepentingan anggota adalah kepentingan bersama dan paling luhur,” tambahnya.

Lebi lanjut Rektor mengaku, ide tersebut dicoba untuk digali dengan kerjasama bersama koperasi Yayasan Proklamator Bung Hatta.

“Dulu pendidikan itu seperti apa sih yang tidak menyebabkan ketimpangan. Pendidikan seperti apa yang tidak menyebabkan ketertinggalan di koperasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Proklamator Bung Hatta, Prof. Dr. Mayza Rahman mengatakan proyek koperasi di Negara kita masih diangkat 5 persen, sementara di negara lain bisa 60 persen. Artinya belum ada perusahaan raksasa yang berKoperasi di Indonesia.

“Jadi tujuan kita itu bahwa dengan MoU ini lahir pendidikan Koperasi, regulasi dan HU yang tidak ada yang bikin masyarakat termarginalkan, tidak ada pemulung atau Rakyat miskin jika semua bergabung dengan Koperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerjasama tersebut merupakan cita-cita bersama, makin kuat Sinergi makin banyak yang bisa dilakukan. Tujuan yayasan membentuk, membina manusia yang berpolasi yang mampu berpolasi dan kemudian kita juga mencoba mencari jalannya berupa koperasi. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.