RADAR SUMEDANG.ID, JATINANGOR – Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat di Kabupaten Sumedang secara serentak menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari, mulai Senin (15/7) hingga Rabu (17/7).
MPLS kali ini menekankan pada edukasi pengenalan lingkungan sekolah dan karakter anti bullying, menghapus sistem perpeloncoan dan kekerasan yang sering terjadi sebelumnya.
Kepala SMAN Jatinangor, Uus Usman, SP.d M.Si, menjelaskan bahwa MPLS dirancang untuk memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah baru mereka, termasuk sarana dan prasarana sekolah, guru, dan teman belajar yang datang dari berbagai latar belakang.
“MPLS ini diselenggarakan agar siswa bisa belajar tentang lingkungan sekolahnya dan memahami pentingnya saling menghormati, mengenal satu sama lain, dan beradaptasi dengan lingkungan barunya,” ujar Uus kepada wartawan, Senin (15/7) lalu.
Uus menekankan bahwa MPLS bukanlah ajang untuk membentuk siswa yang bersikap keras atau menerapkan sistem senior-junior seperti yang terjadi pada era tahun 80-an.
“Tujuan dari MPLS adalah menciptakan suasana yang kondusif bagi siswa untuk belajar dan berinteraksi dengan baik, kami sangat tegas menolak segala bentuk bullying di sekolah. MPLS bukan terkait dengan kekerasan atau intimidasi,” tambahnya.
Ia menyebut, sosialisasi anti bullying menjadi salah satu fokus utama dalam MPLS tahun ini. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan melawan perundungan di sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa merasa aman dan didukung selama berada di sekolah,” jelasnya.
Menurutnya, MPLS kali ini melibatkan kehadiran pihak Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan kepolisian. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan dampak positif dan meningkatkan kepercayaan siswa dalam mendukung upaya pencegahan bullying.
“Dengan adanya pihak-pihak ini, kami berharap siswa lebih memahami pentingnya pencegahan bullying dan merasa lebih aman di lingkungan sekolah,” kata Uus.
Dengan pelaksanaan MPLS yang berfokus pada edukasi dan karakter anti bullying, diharapkan siswa-siswa di Kabupaten Sumedang dapat merasakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar. (tha)







