RADARSUMEDANG.id, KOTA – Sekolah Insan Sejahtera Sumedang yang menaungi jenjang SDIT, SMPIT, dan SMAIT kembali melaksanakan agenda rutin tahunan dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban pada hari tasyrik pertama, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Insan Sejahtera Berqurban” tersebut dilaksanakan di lingkungan Sekolah Insan Sejahtera dan berlangsung dengan khidmat, lancar, serta penuh semangat kebersamaan. Sebelumnya, pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H juga digelar di Lapang Spectra Insan Sejahtera pada Rabu (27/5/2026) dengan imam dan khatib Drs. K.H. Cecen Kusnaeri.
Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, H. Harwanto, Ak., CA., MM mengatakan bahwa kegiatan kurban bukan hanya menjadi agenda ibadah tahunan, namun juga bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan nilai kepedulian sosial bagi para peserta didik.
“Momentum Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan kurban ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai tersebut kepada seluruh siswa sejak dini,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, hewan kurban yang disembelih terdiri dari dua ekor sapi dan satu ekor domba. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar serta pihak-pihak yang membutuhkan.

Abi Harwanto, sapaannya, juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat, orang tua siswa, serta seluruh elemen yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan qurban dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan membantu menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Sementara itu, Hj. Yani Citraeni, SE., MPd menambahkan bahwa kegiatan kurban di lingkungan sekolah menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa tentang pentingnya berbagi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi media pendidikan karakter yang sangat penting. Anak-anak belajar tentang makna berbagi, gotong royong, serta kepedulian sosial secara langsung,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh amal ibadah, kurban, dan infak yang telah diberikan para donatur dan masyarakat dapat diterima Allah SWT serta menjadi keberkahan bagi semua pihak.
“Semoga semangat berkurban ini terus tumbuh dan menjadi budaya kebaikan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat,” pungkasnya.(rik)





