Sineas Lokal Kenalkan Film Bernuansa Lawas dengan Layar Tancap di Jatinangor

oleh
Antusias masyarakat Dusun Ciawi, Desa Cikeruh, Jatinangor saat menyaksikan layar tancap yang digelar oleh para sineas lokal bekerjasama dengan Karang Taruna setempat.

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Para sineas lokal mencoba memperkenalkan karya berupa produksi beberapa film yang mengangkat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Mereka yang tergabung dalam Sinema 4 kemarin itu berkesempatan untuk memutar film secara lesehan bak zaman dahulu, yakni dalam bentuk ‘layar tancap’ di salah satu wilayah di Kecamatan Jatinangor, belum lama ini.

Creative Director Sinema 4 Kemarin, Faisal mengatakan, pihaknya bersama para crew film berkolaborasi dengan Karang Taruna Dusun Ciawi, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor mengajak masyarakat sekitar untuk bernostalgia menonton film dengan nuansa lawas.

Masyarakat kata Fhaisal juga menggelar karpet lengkap dengan berbagai sajian kuliner tradisional sehingga menambah kesan zaman dahulu saat menonton layar tancap malam hari.

“Konsep pemutaran film alternatif ini menjadi ajang nostalgia dimana jaman dahulu. Karena nonton film itu tidak hanya di bioskop konvensional aja, ada juga nonton film di satu lapangan luas dengan istilah MISBAR atau Gerimis bubar,” kata Fhaisal kepada Radar Sumedang di Alun-alun Dusun Ciawi, belum lama ini.

Adapun kata Fhaisal film yang diputar merupakan hasil karya para sineas lokal yang menceritakan berbagai kehidupan pribadi masyarakat di perkampungan, yang sangat kental dengan kehidupan zaman dahulu.

Beberapa film fiksi kata Fhaisal juga telah mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga tidak salah jika masyarakat dapat menikmati film lokal.

“Ada film tentang seni Buhun Tarawangsa berjudul Sekarwangi, Sareupna, Balada Anak Desa. Bahkan ada juga film horor yang bercerita tentang pengalaman yang mungkin pernah dialami oleh kita semua yaitu katinggang eureup-eureup’. Kemudian ada film dokumenter Kejek dan terakhir yang sangat related dengan aktivitas bapak-bapak yaitu kahirupan seperti jagat pemancingan,” terang Fhaisal.

Ia menambahkan, selain memberikan wawasan tentang perfilman lokal. Pihaknya beserta crew juga meminta saran dan masukan mengenai produksi film.

“Untungnya cuaca malam itu sangat cerah sehingga nonton film pun semakin seru ditambah ada kuis dan hiburannya,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.