RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN — Pemerintah Kabupaten Sumedang merespon cepat atas adanya kejadian longsoran TPT (Tembok Penahan Tanah) di ruas Jalan Nasional tepatnya di sekitar Desa Ciptasari Kecamatan Pamulihan serta Desa Ciherang.
Lokasi TPT berhadapan langsung dengan ruas jalan yang dilalui kendaraan dari arah Bandung maupun Sumedang sehingga sebagian jalan digunakan untuk perbaikan sementara oleh pekerja dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI dan Jabar.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan, dirinya langsung melakukan pertemuan dengan perwakilan pihak B2PJN DKI Jabar di Jatinangor, Selasa (6/10).
Dikatakan Pemeriksaan dan Evaluasi Lapangan Pemkab Sumedang bersama BBPJN telah meninjau langsung kondisi penanganan sementara di Ciptasari.
“Kami telah lakukan pemasangan terpal untuk meminimalkan risiko susulan. Kemudian dilakukan penguatan lereng dan pondasi sejak siang kemarin dan hari rabu melakukan intervensi darurat mulai besok. Langkah ini mencakup penguatan lereng, penataan aliran air, dan perbaikan pondasi area rumah warga guna mengantisipasi longsor saat intensitas hujan meningkat,” kata Bupati Dony kepada sejumlah awak media.
Adapun sebelumnya, Pemda Sumedang bersama BPBD sebelumnya melakukan penanganan sementara yaitu menggunakan terpal dan sebagainya sembari menunggu penanganan permanen oleh B2PJN.
Kendati demikian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBPJN telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan permanen yang dijadwalkan terealisasi pada Januari 2027.
“BBPJN langsung membahas tindak lanjut penanganan longsoran di Ciptasari dan Ciherang. Untuk sementara akan dilakukan penguatan lereng agar aman saat hujan. Sedangkan penanganan permanennya dikerjakan Kementerian PUPR pada Januari 2027,” ujarnya
Adapun penanganan permanen yang dimaksud yaitu dengan melakukan cor semen. “Jadi pakai metode semprot ke beton di lereng TPT seperti yang sudah dilakukan di Cadas Pangeran. Termasuk karena sudah ada hujan saat ini maka ada juga pengerjaan seperti terpal dan sand bag dibawahnya,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut dirinya juga telah mengintruksikan petugas BPBD untuk ditempatkan di wilayah yang rawan longsor. “Masyarakat bisa melihat informasi prakiraan cuaca di media sosial BPBD Sumedang dan Humas Sumedang sehingga sampai tingkat desa akan ada informasi apakah hujan lebat atau ringan,” terang Dony.
Ia menambahkan bagi yang tinggal di titik rawan longsor misalkan di perbukitan agar bisa pindah ke lokasi yang lebih aman.
“Termasuk yang Ciptasari, saya sudah menginstruksikan Bu Sekda karena yang punya rumah kontrakannya sudah habis. Saya minta dibantu lagi sampai dengan Januari sampai selesainya diperkuat secara permanen TPT-nya,” imbuh Dony.
Sementara itu Perwakilan BBPJN DKI Jakarta dan Jawa Barat, Grace Agustin, menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga dan pengguna jalan di wilayah Pamulihan dan Ciherang sebelum pekerjaan permanen dimulai.
“Di Desa Ciptasari Pamulihan sebenarnya sudah ada penanganan sementara sejak 2025. Namun, kita akan perkuat lagi pondasi rumah warga dan perbaikan aliran airnya mulai besok, sambil menunggu penanganan permanen di bulan Januari 2027,” jelas Grace. (jim)





