RADARSUMEDANG.id, DARMARAJA – Kemarau panjang perlahan membuka kembali jejak kampung yang lebih dari satu dekade lalu ditenggelamkan untuk pembangunan Waduk Jatigede. Surutnya air hingga ketinggian 24 meter membuat bekas permukiman warga di Dusun Betok, Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, kembali terlihat di permukaan.
Bukan hanya bangunan Masjid Al Ikhlas yang muncul. Sejumlah bagian tembok dan struktur rumah lama juga terlihat di tengah hamparan tanah kering yang kini dipenuhi retakan, rerumputan, hingga cangkang kerang yang telah mati.
Selain bangunan, jalan Darmaraja-Wado juga terlihat kembali, meski tak bisa dilintasi kendaraan bermotor karena tebalnya tanah
Warga sekitar, Anwar Hidayat, mengatakan kawasan tersebut dulunya merupakan permukiman warga sebelum berubah menjadi bagian dari genangan Waduk Jatigede.
“Dulu di sini ada kampung, ada rumah-rumah warga, bukan hanya masjid. Sekarang setelah air surut, bekas-bekas bangunan itu muncul kembali,” kata Anwar.
Salah satu bangunan yang masih cukup jelas terlihat adalah Masjid Al Ikhlas. Setelah sekitar 11 tahun berada di bawah air, sebagian besar dinding masjid masih berdiri. Atapnya sudah tidak ada, tetapi ornamen lafaz Allah dan Muhammad pada bagian atas dinding masih tampak.
“Setiap tahun memang surut, tapi tahun ini paling parah,” ujarnya.
Kemunculan kembali bangunan tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan yang kini menjadi waduk sebelumnya merupakan ruang hidup masyarakat. Rumah, tempat ibadah dan aktivitas warga pernah berada di kawasan tersebut sebelum akhirnya ditinggalkan akibat penggenangan Waduk Jatigede.
Kondisi itu kini terlihat kembali seiring menyusutnya volume air waduk. Informasi di lapangan menyebutkan elevasi air berada di sekitar 236 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh di bawah elevasi normal sekitar 260 mdpl.
Di sejumlah bagian yang mengering, warga bahkan mulai mengambil rerumputan untuk pakan ternak kambing. Namun di balik aktivitas tersebut, tanah retak dan bangunan yang kembali muncul memperlihatkan dampak kemarau sekaligus membuka kembali memori tentang kampung yang telah lama hilang dari permukaan.
“Kalau buat saya sebagai peternak ya jadi berkah, karena bisa cari rumput untuk pakan dan dijual juga. Tapi kasihan untuk warga yang dulu tinggal di sini yang sudah pindah, pasti terkenang lagi,” katanya.
Bagi warga, kemunculan kembali bekas permukiman bukan sekadar pemandangan langka akibat surutnya waduk. Jejak bangunan itu menjadi pengingat tentang kehidupan masyarakat yang pernah ada sebelum kawasan tersebut berubah menjadi genangan Waduk Jatigede.
“Saya dulu tinggal di sini, sekarang sudah pindah ke atas sana. Melihat kampung muncul lagi jadi terkenang lagi,” ucap warga lainnya. (gun)
MUNCUL LAGI : Bangunan masjid di Dusun Betok Desa Sukamenak, Darmaraja, kembali muncul kembali, akibat surutnya air Waduk Jatigede.





