RADARSUMEDANG.ID, SUKASARI – Uji coba makan siang bergizi untuk peserta didik tingkat sekolah dasar (SD) masih terus dibicarakan bersama sejumlah pihak.
Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang pun hingga saat ini terus koordinasi dengan semua pihak demi suksesnya uji coba makan siang bergizi bagi anak sekolah itu.
“Untuk waktu pelaksanaan uji coba program makan siang bergizi, hingga saat ini masih dimusyawarahkan,” kata Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dani Setiawan saat dikonfirmasi Radar Sumedang di PPS, Senin (19/8/2024).
Sedikitnya sambung Deni ada dua sekolah yang akan menjadi lokasi uji coba makan siang bergizi.
“Insya Allah untuk uji coba makan siang bergizi adalah SDN Sirah Cai Kecamatan Jatinangor dan SDN Pamoyanan Kecamatan Jatigede. Nanti secara teknis pelaksanaan di lapangan, kami rencananya akan bekerjasama dengan PKK kabupaten,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya Kabupaten Sumedang diminta untuk menjadi piloting (uji coba) dari dua skema, pertama partisipatif dan kedua dari pos APBD.
Yang mana, unsur masyarakat, dunia usaha, BUMD dan sebagainya diminta untuk berpartisipasi dan berkontribusi sebagai bentuk kepedulian dari terutama untuk dunia bisnis untuk program makanan bergizi bagi anak sekolah.
“Tadi kita sudah menggalang dana dari BUMD, dari kebutuhan Rp 152 juta sudah terkumpul 82 juta. Akan tetapi perlu digarisbawahi dana ini tidak dikelola oleh pemerintah daerah, tetapi akan dikumpulkan di kelompok masyarakat. Bisa itu PKK kecamatan atau koperasi dan sebagainya, ini sedang kita kaji,” kata Sekda Tuti saat dikonfirmasi Radar Sumedang di Aula Tampomas, PPS, Kamis (18/7/2024) lalu.
Selain itu lanjut Tuti, segala prosesnya juga dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Mengingat rekeningnya juga rekening khusus panitia sehingga siapapun yang ingin berkontribusi akan bisa melihat sejauh mana uang keluar masuk.
Meski demikian ditambahkan Tuti, sejauh ini jenis menu makanan bergizi yang dimaksud belum ditentukan. Namun yang pasti, setiap satu paket makanan harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
“Jadi dengan uang Rp 15 ribu per anak itu harus memenuhi 4 sehat, 5 sempurna,” jelas Tuti. (jim)






