Antisipasi Gempa Lempeng Sumedang, BPBD Sumedang Gencar Simulasi Evakuasi Bencana

oleh
For Radar Sumedang  Peserta didik di SDN Cilumping Desa Cikurubuk, Buahdua saat antusias mengikuti simulasi evakuasi bencana gempa bumi yang ditinjau langsung oleh Pj Bupati Yudia Ramli dan Kalak BPBD Sumedang, Selasa (3/8/2024). 
RADARSUMEDANG.ID — Simulasi evakuasi bencana gempa bumi akhir-akhir ini gencar dilakukan BPBD Sumedang untuk mensosialisasikan arti kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana yang bisa terjadi kapan saja.
Pasalnya Sumedang selain rawan longsor dan pergerakan tanah juga rawan gempa bumi. Hal itu menyusul adanya temuan baru dari BMKG bahwa di Sumedang terdapat sebuah lempeng tektonik bernama lempeng Sumedang.
Kali ini simulasi evakuasi bencana gempar bumi dilakukan di satuan pendidikan tingkat sekolah dasar (SD). Yang mana secara kebetulan, pada kesempatan itu sedang dilakukan Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua.
Terpantau, para peserta didik dan guru nampak antusias mengikuti simulasi yang dilaksanakan. Yang mana dengan tertib, mereka bersama para guru melaksanakan petunjuk dan arahan petugas dari BPBD Kabupaten Sumedang keluar ruangan menuju tempat evakuasi.
“Sosialisasi yang dilaksanakan BPBD Kabupaten Sumedang merupakan langkah yang tepat dalam rangka mitigasi bencana. Tadi saya melihat BPBD berupaya melakukan sosialisasi untuk mitigasi bencana, supaya kita mampu mengantisipasi ketika bencana datang,” kata Yudia kepada sejumlah awak media di SDN Cilumping, Desa Cikurubuk, Selasa (3/8/2024).
Terkait bencana alam, lanjut Yudia, Sumedang merupakan daerah yang sangat rawan, baik itu gempa bumi, tanah longsor, banjir maupun angin puting beliung.
Oleh sebab itu, program tersebut mengingatkan kepada masyarakat, khususnya warga sekolah, sampai dengan hal-hal yang terkecil dalam menghadapi bencana.
“Tadi kita menyimak di tas anak-anak sekolah harus ada peluit sebagai bentuk pemberitahuan bila nanti terjadi ada gempa atau bencana. Jadi nanti Pak Kades beritahukan kepada Kepala Sekolah atau gurunya nanti memeriksa supaya di tasnya ada peluit,” ujarnya.
Sementara itu, Kalak BPBD Kabupaten Sumedang Atang Sutarno menyebutkan, simulasi dilakukan terkait dengan ancaman gempa bumi megathrust. Terlebih disebutkan Atang, Desa Cikurubuk termasuk yang terancam bencana cukup tinggi.
“Tadi kita melakukan simulasi dan sosialisasi kepada para peserta didik dan aparat desa. Ini dimaksudkan dalam rangka kesiapsiagaan baik peserta didik yang rentan sekali sebagi korban dalam suatu bencana apalagi gempa bumi,” sebut Atang.
Atang mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sumedang agar bersiap-siap menghadapi bencana alam ketika memasuki musim kemarau.
“Sering sekali di musim ini terjadi kebakaran hunian atau lahan. Jangan melakukan pembakaran apapun. Termasuk membakar sampah sembarangan atau lahan yang dijadikan lahan pertanian,” ucapnya.
Atang meminta masyarakat bersikap bijak menghadapi isu bencana Megathrust agar tidak termakan oleh hoax.
“Jangan termakan isu-isu yang tidak dapat dipercaya. Percayakan kepada kami BPBD atau BMKG terkait masalah gempa ini,” imbuh Atang.
Ia menegaskan bahwa gempa tersebut memerlukan kesiapsiagaan yang mengancam kapan saja.
“Kapan terjadinya belum ada satu ahli pun menentukan gempa di suatu daerah. Cuman kita harus melakukan kesiapsiagaan,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.