RADARSUMEDANG.ID, UJUNGJAYA –Sejumlah petani di Desa Ujungjaya dan sekitarnya terus memohon kepada pemerintah agar mempercepat perbaikan Bendungan Cariang.
Pasalnya sejak Bendungan Cariang rusak, suplai air ke irigasi berkurang signifikan sehingga tak heran para petani harus menelan pil pahit gagal panen.
“Kami mohon selesaikan Bendung Cariang. Perbaikan jalan bisa ditunda. Asal bendungan segera dibenahi,” kata salah seorang petani, Salsih kepada Radar Sumedang di Klinik Pertanian Mitra Tani Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya.
Senada, Ketua Kelompok Tani Kecamatan Ujungjaya, Solihin, menyampaikan bahwa para petani merasakan hasil nyata dari kebijakan pemimpin Sumedang sebelumnya. Kendati proses perbaikan bendungan memerlukan anggaran yang besar dan waktu yang tidak sebentar.
“Jadi memang jika perbaikan bendungan betul-betul permanen. Maka hasil pertanian dapat meningkat drastis dan memberikan dampak ekonomi besar bagi para petani,” ujarnya.
Terpisah dimintai tanggapannya, Anggota DPRD Sumedang Fraksi PAN dapil Ujungjaya, Asep Sumaryana menaruh harapan besar terhadap nasib lahan-lahan pertanian yang ada di sekitar Ujungjaya.
“Iya betul, ini sudah musim tanam kesembilan yang akibat bendungan cariang rusak tidak teraliri 1603 hektar. Ini terjadi di sekitar daerah irigasi Ujungjaya di saluran sekunder,” ucap Asep Sumaryana.
Lebih lanjut dikatakan Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Sumedang ini, jika bendungan Cariang sudah beroperasi kembali. Lahan di Ujungjaya sudah layak menjadi sentra food estate.
“Insya Allah ke depan dibawah UPTD yang lebih modern dengan metode estate management sehingga tanam padi juga menggunakan teknologi modern. Karena waktu itu sempat ada yang datang ke kami akan membantu produktivitas tani menggunakan teknologi modern. Jadi nanti targetnya 3 kali musim tanam per tahun dengan potensi omset Rp 56 miliar,” katanya. (jim)





