RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG – Dalam upaya memperkuat strategi pengendalian inflasi sekaligus mempercepat dan memperluas digitalisasi di Kabupaten Sumedang, Pemerintah Daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Selasa (19/11/2024) di Jatinangor.
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Yudia Ramli, mengungkapkan bahwa rapat ini membahas sejumlah isu strategis menjelang akhir tahun 2024, khususnya terkait kondisi inflasi daerah.
“Menjelang Pilkada serentak serta perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, kebutuhan pokok masyarakat diperkirakan meningkat. Hal ini memerlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Yudia kepada awak media.
Yudia menekankan pentingnya momen HLM TP2DD dan TPID sebagai sarana untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sumedang.
“Salah satu fokus utama untuk menjaga kestabilan ekonomi dan pengendalian inflasi adalah penguatan TPID. Upaya ini memerlukan intervensi yang terencana, baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah, untuk memastikan stabilitas harga di daerah,” jelasnya.
Kepala Bapenda Sumedang, Rohana, menambahkan bahwa HLM ini juga bertujuan mengoordinasikan kebijakan percepatan digitalisasi di daerah.
“Rapat koordinasi ini membahas kebijakan dan strategi untuk menekan laju kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2024,” kata Rohana.
Ia berharap sinergi antara TP2DD dan TPID dapat membantu pemerintah daerah menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang dari digitalisasi untuk memperkuat perekonomian masyarakat.(jim)






