RADARSUMEDANG.id, KOTA – Warga Dusun Sembir RT 04 RW 09, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, digegerkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki baru lahir yang ditemukan di dalam kardus di area perkebunan warga, Sabtu (4/12) malam.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Yaya (60), seorang warga setempat, yang sedang memeriksa saluran air di kebun. Ia mendengar suara tangisan bayi dan memutuskan untuk mencari sumber suara.
“Saat mau pulang, saya mendengar tangisan bayi. Ternyata, saya menemukan bayi di dalam kardus,” ujar Yaya.
Bayi ditemukan dalam keadaan hidup, dibungkus kain seadanya. Penemuan ini segera dilaporkan ke aparat desa dan pihak berwajib. Tak lama kemudian, bayi dievakuasi ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kurang dari 24 jam setelah kejadian, tim Resmob Satreskrim Polres Sumedang berhasil mengungkap identitas ibu bayi, seorang perempuan berinisial NN (26), yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan. NN diamankan di rumahnya pada Minggu (5/1) siang.
Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Uyun Saepul, mengungkapkan bahwa penangkapan bermula dari informasi warga tentang seorang perempuan dengan ciri fisik seperti baru melahirkan.
“Kami bergerak cepat berdasarkan informasi tersebut. Setelah mendalami fakta di lapangan, NN berhasil diamankan di kediamannya,” ujar Uyun.
Menurut Uyun, NN diduga melahirkan bayi tersebut secara mandiri di kamar mandi, kemudian membuangnya di kebun yang berjarak sekitar 4-5 kilometer dari tempat tinggalnya.
“Setelah melahirkan, pelaku sempat menyusui bayinya sebelum membuangnya,” imbuh Uyun.
Polisi masih mendalami motif NN membuang bayinya. Berdasarkan pemeriksaan awal, NN diketahui merupakan seorang single parent dengan anak berusia 6 tahun. Selain itu, polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga merupakan ayah dari bayi tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Kami masih menggali motif pelaku. Saat ini, pendalaman terhadap pria yang diduga ayah kandung bayi sedang dilakukan,” kata Uyun.
Setelah dievakuasi ke RSUD Umar Wirahadikusumah, bayi tersebut mendapat perawatan intensif di inkubator karena berat badannya di bawah normal. Sementara itu, kondisi NN mulai membaik meskipun masih trauma secara psikis. Pihak kepolisian juga menyediakan pendampingan dari polwan untuk membantu proses pemulihan NN.
Kasus ini masih terus didalami oleh Satreskrim Polres Sumedang. Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta terkait pembuangan bayi tersebut.(gun)






