RADARSUMEDANG.id, KOTA — Pembangunan Jalan Lingkar (Jaling) Utara yang menghubungkan Blok Karamat, Desa Cigintung, hingga Blok Pasiringkik, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu terus dikebut.
Di hari pertama kembali bertugas usai mengikuti retret selama satu pekan di Magelang, Jawa Tengah, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau langsung progres pembangunan Jaling Utara pada Sabtu (1/3/2025).
Jalan yang membelah perbukitan dengan pemandangan Bendungan Jatigede ini memiliki panjang sekitar 4.200 meter dengan lebar 14 meter. Pembangunan Jaling Utara merupakan salah satu cita-cita Dony sebelum menjabat sebagai Bupati untuk periode kedua.
“Pembangunan ini sudah dirintis sejak sebelum 2022. Sekda Tuti Ruswati turut mengawal proyek ini sejak tahap pertama dari Eretan ke Pajagan, tahap kedua dari Pajagan ke Karamat, dan tahap ketiga dari Karamat ke Pasiringkik,” ujar Dony kepada awak media.
Dony mengakui bahwa kondisi cuaca yang sering hujan telah menghambat progres pengerjaan. Meski semula ditargetkan rampung pada Maret 2025, ada kemungkinan tambahan waktu penyelesaian.
“Kami akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Mohon doa agar Jalan Lingkar Utara bisa segera selesai hingga Pasiringkik dalam waktu cepat,” katanya.
Ia optimistis proyek ini akan membawa dampak besar bagi Sumedang. “Jalan ini akan menjadi akses baru yang melingkari Jatigede. Nantinya, warga Sumedang yang menuju Jatigede akan memiliki jalur yang lebih luas dan berkualitas. Ini akan membuka akses bagi sektor wisata, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tambahnya.
Dony juga menegaskan bahwa proyek ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Namun, ia mengingatkan para pekerja proyek agar selalu mengantisipasi dampak negatif dari pembangunan.
“Saya meminta agar proyek ini dikelola dengan baik dan berbagai dampak, seperti potensi longsor, dapat diantisipasi. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain itu, Dony berjanji untuk terus berkoordinasi dengan kontraktor agar limbah pembangunan (disposal) tidak mengganggu akses jalan dan tidak membahayakan warga.
“Kami akan memastikan disposal tidak masuk ke jalan serta mencegah potensi longsoran yang dapat membahayakan masyarakat. Prinsipnya, jalan mantap, ekonomi lancar. Mohon doanya agar proyek ini segera rampung,” pungkasnya.(jim)





