Menkes menjelaskan, vaksin sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan TBC. Sebab, TBC menjadi penyakit menular pembunuh nomor 1 di Indonesia.
Belajar dari kasus pandemi, vaksin memainkan peran kunci dalam penyelesaian Covid-19. “Covid berhenti karena apa? Karena vaksin. Jadi buat teman-teman ya, semua penyakit menular yang pernah menyerang kita secara drastis seperti cacar, covid itu bisa berhenti karena ada vaksin, bukti ilmiahnya,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta Kamis malam (9/5).
Di sisi lain, pengembangan vaksin TBC berbiaya mahal. Sehingga The Gates Foundation harus membiayainya.
Lagi pula, lanjutnya, saat ini uji coba vaksin sudah di tahal clinical trial level 3. “Kenapa Indonesia tertarik untuk menjadi tempat clinical trial level 3? Karena dengan kita lakukan clinical trial level 3, kita bisa tahu lebih dulu kecocokannya dengan orang kita,” ungkapnya.
Jika sudah jadi, lanjut Budi, Indonesia bisa mengambil keuntungan. Misalnya dengan menegosiasi agar produksinya di Bio Farma di Indonesia.
“Karena setiap tahun kan yang kena TBC itu 1 juta orang di Indonesia. Ini yang harus kita produksi vaksinnya minimal 10 kali lipatnya lah supaya bisa memastikan orang-orang kita gak kena,” pungkasnya.(jpc)







