Sumedang Masuk Peringkat 4 di Jawa Barat dalam Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis

oleh

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Kabupaten Sumedang berhasil menempati posisi ke-4 dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG)

Program ini sebagaimana diketahui merupakan inisiatif langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang bertujuan mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, H. Aan Sugandi, mengungkapkan bahwa program ini diselenggarakan secara berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir, anak sekolah, dewasa, hingga lanjut usia.

Aan menjelaskan layanan CKG dilakukan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, tanpa biaya apapun.

Yang mana pada bulan Juli ini, program difokuskan untuk anak usia sekolah (usia 6–17 tahun) dan akan dimulai serempak pada 14 Juli 2025.

Sebelumnya, pada tanggal 1–13 Juli, pemeriksaan diprioritaskan untuk peserta Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan inklusif yang dimiliki beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk Sumedang.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan motivasi dari Bapak Bupati, hanya dalam dua minggu, posisi Sumedang melesat dari peringkat ke-22 menjadi peringkat ke-4 se-Jawa Barat,” terang Aan Sugandi kepada sejumlah awak media, Kamis (10/7/2025).

Lanjut Aan, program ini juga menjadi bagian dari Program 100 Hari Kerja Bupati Sumedang, sekaligus mendukung target nasional bahwa minimal 36% dari jumlah penduduk Indonesia harus mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

“Untuk Sumedang, target tersebut berarti sekitar 340 ribu jiwa. Hingga kini, capaian baru mencapai 5,57 persen,” ujarnya.

Aan menggambarkan, salah satu contoh yang berhasil melaksanakan CKG ada di Dusun III, Dusun Cikupa, Desa Gudang Kecamatan Tanjungsari.

Yang mana layanan ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada warga setempat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bertajuk “Nganjang ka Warga, Kanggo Ngajaga Kasehatan” di Poskesdes setempat.

Menurut Aan, berbagai layanan pemeriksaan kesehatan komprehensif disediakan, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta pemeriksaan EKG (jantung), mata & telinga, hingga konseling kesehatan,

Layanan ini terintegrasi dengan Aplikasi Satu Sehat, memudahkan pencatatan data dan rekam medis pasien secara digital. Warga hanya perlu membawa identitas diri (KTP/KK/dan lain-lain) untuk mendapatkan layanan ini.

Aan berharap melalui layanan ini, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dapat semakin meningkat di kalangan warga Desa Gudang, demi terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

“Meski demikian, terdapat tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan ini. Mengingat sebagian besar warga di Dusun III berprofesi sebagai petani, kehadiran warga, khususnya kaum laki-laki, masih relatif sedikit. Hal ini menjadi catatan penting untuk evaluasi dan strategi kegiatan selanjutnya, agar program kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sibuk dengan aktivitas pertanian,” papar Aan.

Sebagai informasi, pemeriksaan kesehatan gratis ini akan berlangsung hingga Desember 2025, dan jika evaluasinya positif, program kemungkinan akan berlanjut di tahun 2026.

Hasil dari pemeriksaan tidak hanya diberikan secara langsung, namun juga dapat diakses melalui aplikasi “Satu Sehat”.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara rinci. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya indikasi penyakit, maka masyarakat akan langsung dirujuk ke Puskesmas sesuai domisili untuk penanganan lebih lanjut. (Jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.