RADARSUMEDANG.ID – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan advokasi dan sosialisasi Imunisasi Nasional untuk Penurunan Angka Anak dengan Zero Dose. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2025 di Hotel Hanjuang Hegar, Kecamatan Cimalaka.
Ketua PDA Kabupaten Sumedang, Susan Sundari, S.Pd.I, M.Pd menjelaskan, maksud dari kegiatan ini advokasi dan sosialisasi imunisasi. Sehingga harapannya di Sumedang ini tidak ada lagi anak yang tidak lengkap imunisasinya.
“Sehingga dengan kader-kader dari lima kecamatan ini dibekali dulu hari ini untuk nanti pelaksanaan di lima kecamatan. Supaya anak-anak yang harusnya imunisasi itu melaksanakan tahapan imunisasi dasar sampai lengkap,” jelas Susan usai acara.
Dia menilai, hal ini penting sebagai modal utama generasi yang akan datang. “Itukan harus, generasi yang betul-betul solutif sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi zaman sekarang itu saya kira semakin komplek, apa yang dihadapi tidak sama dengan yang kemarin-kemarin,” paparnya.
Generasi sekarang harus kuat, sehat dan menjadi modal utama kita. Untuk menciptakan generasi masyarakat yang penuh karunia itu bukan hanya kuat di bidang pendidikan, ekonomi, ketahanan pangan saja. “Akan tetapi juga harus kuat di bidang kesehatannya, yaitu upaya kita di imunisasi dasar ini supaya semuanya mendapatkan imunisasi lengkap,” ungkapnya.
Kegiatan itu dihadiri dengan jumlah peserta di sesi awal sebanyak 60 orang dan kemudian di sesi kedua 25 dari kader, dari lima PCA dari PDM dan PDA sehingga berjumlah 37 orang di sesi kedua.
Para pemateri didatangkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyampaikan kebijakan pemerintah dalam percepatan penurunan angka anak zero dose di Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memaparkan situasi dan kondisi imunisasi serta hambatan zero dose di kabupaten.
Turut dihadiri pemateri dari dokter spesialis anak dengan materi pentingnya imunisasi bagi kesehatan Balita dan Majelis Ketarjihan PDM/PDA menyampaikan tentang imunisasi dari aspek agama. “Karena sebagian kita masih ada yang beranggapan bahwa ga penting imunisasi itu lantaran belum jelas ke-halal-lannya karena apa. Tadi di sesi pertama dijelaskan semua bahwa itu penting,” tutup Susan. (tri)







