RADARSUMEDANG.id, KOTA – Hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2025 mengungkap masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Digelar di kawasan Bundaran Binokasih, Senin (14/7), operasi yang dipimpin oleh Satlantas Polres Sumedang ini langsung menjaring sedikitnya 50 kendaraan dengan berbagai pelanggaran.
Pantauan di lapangan, sejumlah pengendara terlihat panik saat melihat petugas dan nekat putar balik demi menghindari razia. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pengguna jalan yang belum siap secara administratif maupun sikap untuk tertib berlalu lintas.
Salah satu pengendara motor, Silvia Fajriah (21), mengaku terjaring razia karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Saya belum sempat bikin SIM karena baru ambil motor. Tadi habis kerja di Bandung, mau pulang ke Majalengka,” ujarnya.
Silvia bahkan mengaku sudah mengetahui adanya Operasi Patuh Lodaya, namun tetap nekat berkendara tanpa kelengkapan surat.
“Saya tahu memang ada operasi, tapi karena buru-buru ya tetap jalan,” katanya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani menyebutkan, Operasi Patuh menyasar tujuh jenis pelanggaran yang paling sering terjadi dan berpotensi memicu kecelakaan.
“Fokus kami adalah pelanggaran seperti tidak memakai helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, menggunakan ponsel saat berkendara, dan pengendara di bawah umur,” ujarnya.
Selain itu, pelanggaran kendaraan over dimension dan over load (ODOL) juga menjadi perhatian.
“Kalau ditemukan ODOL yang berisiko, kami akan ambil tindakan tegas,” tambah Dini.
Sebanyak 425 personel gabungan dikerahkan selama Operasi Patuh Lodaya yang akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang. Penindakan tidak hanya berupa teguran, tetapi juga tilang kepada pelanggar.
“Di hari pertama ini, sudah ada sekitar 50 kendaraan yang kami tindak. Ini menjadi cerminan bahwa edukasi dan kesadaran masyarakat masih perlu terus ditingkatkan,” tuturnya. (gun)





