RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan keuangan daerah. Kali ini, Kejari berhasil mengembalikan dana sebesar Rp 905.114.665 ke kas daerah.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kejari Sumedang, Dr. Adi Purnama, S.H., M.H., kepada Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, di Aula Kejari Sumedang, Senin (14/7/2025).
Kepala Kejari menjelaskan bahwa dana tersebut terdiri dari dua sumber. Pertama, dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman sebesar Rp 823.839.888. Kedua, dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) sebesar Rp 81.274.777.
“Untuk PBB P2, diperoleh melalui Bantuan Hukum Non-Litigasi kepada Bapenda berupa penyelesaian tunggakan senilai Rp 66.119.041 dan dari mediasi tunggakan tanah carik desa sebesar Rp 15.155.736,” ungkap Adi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada Maret 2025, Kejari juga telah memulihkan keuangan daerah melalui Bantuan Hukum Non-Litigasi terhadap Bapenda Sumedang dari sektor PBB P2 (PT CKJT) senilai Rp 11.792.469.997, serta dari sektor pajak restoran dan hotel sebesar Rp 1.247.921.306.
“Total pemulihan keuangan daerah dari sektor pajak sampai Juli 2025 mencapai Rp 13.945.505.968,” ujarnya.
Bupati Dony mengapresiasi tinggi kerja Kejari dalam upaya pemulihan keuangan daerah, khususnya melalui sektor perpajakan. Menurutnya, kejaksaan bukan hanya penegak hukum, tetapi mitra strategis pembangunan.
“Angka Rp 905 juta ini bukan sekadar pencapaian nominal. Setiap rupiah yang kembali adalah peluang untuk pendidikan anak-anak, akses kesehatan bagi ibu-ibu, dan harapan untuk Sumedang yang lebih berdaya,” kata Dony.
Ia menyebutkan, penunggak pajak terbesar berasal dari pengusaha makanan dan minuman di wilayah Jatinangor, termasuk sembilan bidang tanah carik desa yang berhasil ditagih.
“Keberhasilan ini tak lepas dari pendekatan persuasif namun tegas dari aparat kejaksaan, serta dukungan perangkat daerah dan desa,” ujarnya.
Dony merasa bangga Kejari mampu mengawal penerimaan daerah dengan baik. Ia berharap keberhasilan ini bisa menjadi contoh bahwa dengan kolaborasi dan keberanian melangkah, Sumedang bisa tumbuh bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral.(jim)







