RADARSUMEDANG.id JATINANGOR — Turnamen Piala Presiden 2025 yang digelar sejak 6 Juli dan resmi berakhir pada 13 Juli mencatatkan kesuksesan gemilang. Total dana sponsor yang masuk menembus angka fantastis, yakni Rp 68 miliar.
Hadiah turnamen pun menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, mencapai Rp 5,5 miliar, jauh melampaui liga domestik yang berjalan 9 bulan namun hanya menawarkan hadiah sekitar Rp 3–3,5 miliar.
Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan menyebut turnamen ini tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdampak positif bagi sektor UMKM.
“Saya senang, UMKM bisa ikut berjualan tanpa sewa, mereka happy karena dagangannya laku. Sampah juga diurus dengan baik,” ujar Maruarar saat kegiatan di Jatinangor belum lama ini.
Final mempertemukan Oxford United dari Inggris, juara Grup A, dengan Port FC dari Thailand, juara Grup B. Keterlibatan klub-klub asing dianggap membawa warna baru bagi sepak bola nasional sekaligus mengangkat citra turnamen ke level internasional.
Maruarar juga menyanjung kontribusi TNI dan Polri dalam menjaga keamanan selama turnamen berlangsung.
“Dukungan dari Bapak Kapolri, Kapolda Jabar, Panglima TNI, dan Pangdam III/Siliwangi luar biasa. Semua kompak bersama rakyat,” ungkapnya.
Tak lupa, ia memuji ketenangan pendukung Persib Bandung meski tim kebanggaan mereka gagal melaju ke final.
“Persib berjiwa satria. Walau kalah dan tidak masuk final sebagai tuan rumah, Bandung tetap aman. Itu luar biasa. Bobotoh keren, tidak marah-marah. Kalau ingin menang, ya siapkan tim dengan pelatih, pemain, strategi yang bagus,” katanya.
Lebih jauh, Maruarar menyatakan keseriusannya untuk menjadi investor Persib Bandung. Ia mengaku telah menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar dan sudah berbicara langsung dengan CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Glenn T Sugita.
“Saya cinta Jawa Barat. Anak saya lahir di Bandung, saya kuliah di Universitas Parahyangan, jadi anggota DPR dari Subang, Majalengka, dan Sumedang. Persib bukan hanya klub besar, tapi simbol kebanggaan masyarakat,” tegasnya.
Dengan kesuksesan turnamen ini dan minat investor yang tinggi, Piala Presiden 2025 dinilai mampu menjadi model pengembangan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia. (tha)







