RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad). Tim mereka yang menamakan diri Tahu Sumedang berhasil menyabet Juara 1 dalam ajang Global HackAtom Indonesia 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), Yogyakarta, pada 17–18 Juli 2025.
Kemenangan ini membuka jalan bagi Tim Tahu Sumedang untuk mewakili Indonesia di ajang internasional Global HackAtom di Moskow, Rusia, pada 24–29 September 2025. Prestasi ini sekaligus membawa harum nama Unpad, Jawa Barat, dan Sumedang di panggung dunia.
Tim yang terdiri dari Marsha Aziza Wardhana, Krisi Nohan, Richard Christophorus Kurniawan, Fathi Ghifari Muhammad, dan Frederick Suhamdy ini mengembangkan proyek edukatif berupa ‘Escape Room’ interaktif bertema pemanfaatan teknologi nuklir dalam dunia medis, khususnya untuk pengobatan kanker.
Escape Room tersebut hadir dalam dua format, yaitu sebagai pop-up event di ruang publik dan versi digital dalam platform game Minecraft.
Dirancang menyerupai model tubuh manusia, permainan ini memungkinkan peserta mengeksplorasi proses diagnosis dan terapi berbagai penyakit seperti kanker tiroid, kanker tulang, serta teknologi PET scan dan SPECT scan untuk deteksi penyakit jantung.
“Lomba ini memupuk semangat kami untuk menyelesaikan berbagai persoalan penggunaan nuklir dalam kehidupan dan kesehatan,” ungkap salah satu anggota tim dalam siaran pers yang diterima Radar Sumedang.
Kesadaran akan pentingnya teknologi nuklir dalam dunia medis menjadi motivasi utama kelima mahasiswa FK Unpad untuk berinovasi.
Menurut data World Nuclear Association (2023), lebih dari 20 juta pasien di dunia mendapat terapi berbasis teknologi nuklir tiap tahunnya.
Dalam pengembangan proyek, tim Tahu Sumedang dibimbing oleh Dr. Mohammad Ghozali, dr., MSc dari Departemen Ilmu Biomedis dan Arifudin Achmad, dr., SpKN., Ph.D. dari Departemen Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler FK Unpad. Proyek ini juga melibatkan kolaborasi lintas angkatan dan disiplin ilmu di lingkungan kampus.
Tak sekadar kompetisi, proyek ini disebut menjadi cerminan kolaborasi akademik yang solid, serta contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dapat dikemas dalam bentuk edukasi yang menarik dan mudah diakses masyarakat luas.
Dengan semangat membawa nama Indonesia di kancah global, tim Tahu Sumedang berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menggunakan ilmu sebagai alat perubahan positif bagi masyarakat. (tha)





