Gerakan Pangan Murah di Sumedang Diserbu Warga, Harga Sembako Jauh Lebih Murah

oleh
Warga antusias membeli berbagai komoditas saat Gerakan Pangan Murah di halaman Masjid Agung Sumedang, Kamis (28/8). GPM digelar oleh TP PKK Sumedang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Ratusan warga rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang di halaman Masjid Agung Sumedang, Kamis (28/8) pagi.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemkab Sumedang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumedang serta sejumlah distributor bahan pokok. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan pangan, menstabilkan harga, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumedang, Susi Gantini, mengatakan program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah melonjaknya harga pangan. “Sasaran utama kami adalah membantu masyarakat agar bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di masa harga pangan yang cenderung naik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga lebih murah dari pasaran, di antaranya beras lokal Rp60.000 per lima kilogram, ayam Rp30.000 per ekor, telur Rp24.500 per kilogram, sayuran Rp5.000–Rp10.000 per kemasan, serta minyak goreng Rp14.000 per liter. Sejumlah makanan olahan rumah tangga juga tersedia.

Untuk pemerataan, panitia membatasi pembelian maksimal tiga item per orang. “Hal ini dilakukan supaya masyarakat kebagian semuanya,” tambah Susi.

Pemkab Sumedang berencana menggelar kegiatan serupa di sejumlah titik lain. “Insya Allah ke depan kegiatan ini akan digelar kembali di berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Salah seorang warga, Leni Sualeni (54), mengaku terbantu dengan adanya GPM. Ia rela antre sekitar 30 menit demi mendapatkan telur, minyak goreng, dan beras. “Harga di sini jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Minyak Rp14.000 dan telur Rp24.500 per kilogram, sementara di pasar lebih mahal. Apalagi beras, harganya jauh lebih terjangkau dan kualitasnya bagus karena beras lokal,” tuturnya.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok di pasaran saat ini cukup memberatkan masyarakat. “Alhamdulillah, dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini kami sangat terbantu. Mudah-mudahan terus ada lagi,” imbuhnya. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.