RADARSUMEDANG.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan di acara Asosiasi Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 agar pemerintah daerah meningkatkan belanja mereka. Menurut Prabowo, realisasi belanja pemerintah—termasuk pusat dan daerah—baru mencapai 15 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024, angka yang masih sangat rendah dibandingkan negara-negara lain.
Ia menyoroti bahwa negara seperti India mencapai proporsi belanja sebesar 28 %, Italia sebesar 56 %, dan Prancis bahkan mencapai 58 %, menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki ruang besar untuk mengejar ketertinggalan ini. “Kita juga harus lebih meningkatkan belanja kita… presentasi kita masih cukup rendah… kita baru 15 % dari PDB. India itu 28 %, Italia 56 %, Prancis 58 %,” ucap Prabowo di ICE BSD, Tangerang.
Lebih lanjut, dalam paparan yang sama, disebutkan bahwa hingga semester I 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.407,1 triliun, atau sekitar 38,8 % dari target APBN sebesar Rp 3.621,3 triliun. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.006,5 triliun, sementara transfer ke daerah terserap sebesar Rp 400,6 triliun atau 42,3 % dari pagu.
Sebagai respons, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerukan kepada pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal mereka. Ia mengusulkan tiga langkah penting: pelaksanaan efisiensi anggaran, kolaborasi dengan sektor swasta untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta optimalisasi pelaksanaan program nasional seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih.
Diharapkan, dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah daerah bisa menjadi lebih mandiri dan efektif dalam merealisasikan pembangunan yang berdampak langsung ke rakyat. Prabowo menegaskan pentingnya belanja pemerintahan sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya beli melalui konsumsi rumah tangga, yang selama ini masih mendominasi kontribusi ekonomi nasional.(net)




