Wakil Panglima TNI Tegaskan Kerahasiaan Intelijen: “Identitas BAIS yang Ditangkap Tidak Boleh Dibuka”

oleh
Anggota Brimob menangap seorang personil yang diduga sebagai BAIS. Gambar ini beredar luas di X

RADARSUMEDANG.id —Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, memberikan tanggapan lantang terkait beredarnya foto dan kabar soal penangkapan seorang anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI oleh personel Brimob Polri di tengah aksi demonstrasi.

Jenderal Tandyo menegaskan bahwa identitas intelijen tidak seharusnya diumbar ke publik.

“Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen,” ucapnya di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat.

Dirinya menjelaskan bahwa tugas intelijen memang melibatkan penyamaran dan masuk ke dalam kelompok tertentu untuk mengumpulkan informasi strategis. Kondisi seperti itu biasa dilakukan, termasuk saat demonstrasi.

“Namanya orang memberikan informasi itu, kami harus masuk di dalam ya… itu kami ikut mereka, kegiatan mereka,” tambahnya.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah vaksinasi penangkapan tersebut benar melibatkan anggota BAIS, Jenderal Tandyo memilih untuk tidak memberikan konfirmasi.

Dalam waktu bersamaan, ia mengimbau masyarakat agar apabila menemukan informasi mencurigakan, segera melaporkannya ke kepolisian terdekat. (net)

No More Posts Available.

No more pages to load.